IAMARSI Yakin Bisnis Rumah Sakit Tidak Akan Tergerus Kemajuan Teknologi Tetapi dengan Syarat

“Saat ini RS dihadapkan dengan tantangan yang sangat banyak, terlebih di masa pandemi ini, meski demikian, perkembangan teknologi perlu kita sikapi agar jangan sampai kita diperalat teknologi. Sebaliknya, kitalah yang harus mampu memanfaatkan teknologi,”

IAMARSI Yakin Bisnis Rumah Sakit Tidak Akan Tergerus Kemajuan Teknologi Tetapi dengan Syarat


Telegraf – Anggota dewan pembina Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) Dr. dr. Supriyantoro, SpP, MARS mengatakan perkembangan era digital yang begitu cepat menjadi tantangan tersendiri bagi Rumah Sakit (RS). Bahkan perkembangan teknologi menghentikan sejumlah profesi dan bidang usaha tertentu, namun diyakini profesi di bidang kesehatan tidak akan berimbas karena bidang kesehatan masih sangat memperlukan sentuhan sentuhan kemanusiaan.

“Saat ini RS dihadapkan dengan tantangan yang sangat banyak, terlebih di masa pandemi ini, meski demikian, perkembangan teknologi perlu kita sikapi agar jangan sampai kita diperalat teknologi. Sebaliknya, kitalah yang harus mampu memanfaatkan teknologi,” ungkapnya dalam pelantikan pengurus masa bakti 2021-2024, Minggu (6/6).

Ia mengugkapkan salah satu kelemahan para manajer RS ialah terlalu asik dengan kesibukan internal hingga lupa menengok perkembangan dunia luar. Agar bidang perumasakitan tidak jauh tertinggal dibanding bisnis lain maka perlu melihat bagaimana managemen dan pelayanan bisnis lain seperti bank hotel dan lainnya.

“Padahal kita juga perlu melihat bagaimana manajemen dan pelayanan di bidang lain seperti bank, hotel. Agar bidang perumahsakitan tidak jauh tertinggal dibanding teman-teman di bidang bisnis lain,” kata Supriyantoro.

Di kesempatan yang sama Ketua Umum IAMARSI, dr. Hariyadi Wibowo, SH, MARS, mengajak para anggota IAMARSI untuk bersatu padu dalam berkontribusi membangun bidang kesehatan bangsa Indonesia dan bearharap IAMARSI menjadi organisasi profesi yang setara dengan IDI, PDGI, dan lainnya, dalam rangka mewadahi teman-teman para manajer RS.
“RS saat ini sangat-sangat disorot terkait pelayanannya pada masyarakat. Sekali lagi, kita perlu bersinergi, berkonsolidasi,” jelas Hariyadi.

Ia berharap IAMARSI menjadi organisasi profesi yang setara dengan IDI, PDGI, dan lainnya, dalam rangka mewadahi teman-teman para manajer RS. Saya yakin kita mampu berperan dalam menyehatkan bangsa.

Hal serupa dikatakan Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr. Kuntjoro Adi Putranto, M.Kes menilai IAMARSI adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan kebutuhan untuk memajukan RS di Indonesia, meningkatkan layanan, manfaat, dan kinerja keuangan RS.

“Persi dan IAMARSI harus terus bekerja sama, saling mengisi dan menguatkan untuk memajukan perumahsakitan Indonesia,” tutupnya.


Photo Credit :  Anggota IAMARSI/Doc/ist


 

Atti K.

close