Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Deregulasi Impor dan Usaha: Dorong Efisiensi dan Daya Saing Industri
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Deregulasi Impor dan Usaha: Dorong Efisiensi dan Daya Saing Industri

Atti K. Senin, 30 Juni 2025 | 11:20 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Photo Credit : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Budi Santoso (Buas) sebelum konfrensi pers terkait deregulsi impor/Doc/Telegraf
Bagikan

Telegraf — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa deregulasi  kebijakan impor dan deregulasi kemudahan berusaha merupakan perintah langsung Presiden Prabowo untuk mempercepat reformasi ekonomi.

“Presiden meminta agar kita segera mereformasi regulasi untuk meningkatkan daya saing. Ini menjadi keharusan agar Indonesia tetap kompetitif, apalagi di tengah ketidakpastian global dan persaingan yang semakin ketat,” ujar Airlangga dalam konfrensi pers di kantor Kementrian Perdagangan Jakarta, Senin (30/6).

Ia menambahkan, deregulasi ini juga mendukung posisi Indonesia dalam berbagai perjanjian perdagangan internasional, termasuk perundingan dengan Amerika Serikat.

“Paket ini adalah langkah awal. Akan ada kebijakan lanjutan, termasuk percepatan pengamanan tarif dan penyederhanaan birokrasi izin usaha. Targetnya, dalam 14 hari kita sudah bisa merespons tantangan yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso (Buas) menyoroti kendala perizinan waralaba di daerah yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha.

“Kalau dalam 5 hari tidak terbit surat tanda pendaftaran waralaba, maka perjanjian usaha dapat digunakan langsung sebagai bukti sah untuk memulai usaha,” jelas Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa mayoritas produk kehutanan yang diimpor merupakan bahan baku industri, seperti kayu lapis dan kotak kayu. Proses impor tetap memerlukan deklarasi dari Kementerian Kehutanan untuk memastikan legalitas produk.
Terkait potensi tumpang tindih kebijakan, Budi menegaskan akan ada penyesuaian regulasi lintas kementerian jika diperlukan.

“Khususnya sektor tekstil, yang selama ini tertekan oleh impor. Dengan kemudahan bahan baku dan perlindungan industri, utilisasi sektor ini diharapkan meningkat,” katanya.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan strategi negosiasi perdagangan internasional yang sedang dijalankan pemerintah.

“Kami tengah menegosiasikan tarif ekspor dengan Eropa dan Amerika Serikat agar bisa ditekan serendah mungkin. Efisiensi logistik juga menjadi fokus, terutama karena posisi Indonesia sebagai negara kepulauan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sistem National Single Window<span;> dan peningkatan efisiensi Bea Cukai akan mempercepat arus barang dan memangkas biaya logistik.

Langkah deregulasi ini disebut sebagai salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi tekanan eksternal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku industri nasional untuk tumbuh dan bersaing. — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa deregulasi kebijakan impor dan deregulasi kemudahan berusaha merupakan perintah langsung Presiden Prabowo untuk mempercepat reformasi ekonomi.

Baca Juga :  PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri

“Presiden meminta agar kita segera mereformasi regulasi untuk meningkatkan daya saing. Ini menjadi keharusan agar Indonesia tetap kompetitif, apalagi di tengah ketidakpastian global dan persaingan yang semakin ketat,” ujar Airlangga dalam konfrensi pers di kantor Kementrian Perdagangan Jakarta, Senin (30/6).

Ia menambahkan, deregulasi ini juga mendukung posisi Indonesia dalam berbagai perjanjian perdagangan internasional, termasuk perundingan dengan Amerika Serikat.

“Paket ini adalah langkah awal. Akan ada kebijakan lanjutan, termasuk percepatan pengamanan tarif dan penyederhanaan birokrasi izin usaha. Targetnya, dalam 14 hari kita sudah bisa merespons tantangan yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso (Buas) menyoroti kendala perizinan waralaba di daerah yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha.

“Kalau dalam 5 hari tidak terbit surat tanda pendaftaran waralaba, maka perjanjian usaha dapat digunakan langsung sebagai bukti sah untuk memulai usaha,” jelas Budi.

Ia juga menyampaikan bahwa mayoritas produk kehutanan yang diimpor merupakan bahan baku industri, seperti kayu lapis dan kotak kayu. Proses impor tetap memerlukan deklarasi dari Kementerian Kehutanan untuk memastikan legalitas produk.

Terkait potensi tumpang tindih kebijakan, Budi menegaskan akan ada penyesuaian regulasi lintas kementerian jika diperlukan.

“Khususnya sektor tekstil, yang selama ini tertekan oleh impor. Dengan kemudahan bahan baku dan perlindungan industri, utilisasi sektor ini diharapkan meningkat,” katanya.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan strategi negosiasi perdagangan internasional yang sedang dijalankan pemerintah.

“Kami tengah menegosiasikan tarif ekspor dengan Eropa dan Amerika Serikat agar bisa ditekan serendah mungkin. Efisiensi logistik juga menjadi fokus, terutama karena posisi Indonesia sebagai negara kepulauan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan sistem National Single Window dan peningkatan efisiensi Bea Cukai akan mempercepat arus barang dan memangkas biaya logistik.

Langkah deregulasi ini disebut sebagai salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi tekanan eksternal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi pelaku industri nasional untuk tumbuh dan bersaing.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Waktu Baca 3 Menit
Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi
Waktu Baca 5 Menit
Budi Rahardjo
Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia
Waktu Baca 5 Menit
OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran
Waktu Baca 4 Menit

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional

Waktu Baca 4 Menit

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap

Waktu Baca 2 Menit

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

APBN 2026 Tumbuh Kuat, Penerimaan Pajak Melonjak 30,7 Persen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Menkeu Purbaya: Penerima LPDP yang Hina Negara Terancam Blacklist dari Pemerintahan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Gandeng Persija dan Jakmania, Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Kacang Dua Kelinci Luncurkan Desain Kemasan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BSN Perkuat Posisi sebagai “Banknya Para Developer”, Targetkan 73.700 KPR Subsidi pada 2026

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global

Waktu Baca 3 Menit
Foto : PROPAMI Surabaya Raya resmi dilantik, membuka jalan lahirnya profesional pasar modal baru melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi investasi nasional. (doc.PROPAMI)
Ekonomika

PROPAMI Perluas Jaringan Profesional Pasar Modal Lewat Pelantikan DPW Surabaya Raya

Waktu Baca 5 Menit
Ekonomika

Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?