Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Keluarga Petani, Buruh, dan Pedagang Tembakau
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Keluarga Petani, Buruh, dan Pedagang Tembakau

MSN Kamis, 15 Agustus 2024 | 14:30 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
memberikan bekal kepada pencari kerja melalui pelatihan keterampilan kerja, sehingga mampu dan menguasai suatu jenis dan tingkat kompetensi kerja tertentu untuk memasuki pasar kerja atau usaha mandiri.
Bagikan

TEMANGGUNG, TELEGRAF.CO.ID — Tingkat kompetisi di era generasi milenial, generasi Z atau alpha sangat tinggi, sebab setelah era industrialisasi dengan dibarengi cepatnya perkembangan teknologi informasi dinamika dunia juga berjalan dengan cepat. Maka jika generasi saat ini yang masuk dalam generasi milenial dan generasi alpha jika tidak mengikuti perkembangan zaman tidak mengasah diri dengan skill maka akan terlibas dalam persaingan kerja.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo saat menghadiri acara penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Keluarga Petani, Buruh, dan Pedagang Tembakau Kabupaten Temanggung, di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Rabu (14/8/2024).

Penjabat Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo saat menghadiri acara penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Keluarga Petani, Buruh, dan Pedagang Tembakau

“Generasi milenial, generasi Z dituntut untuk semakin berkembang karena ke depan demografi penduduk kita semakin bertambah, tahun 2030-2024 nanti dua generasi ini akan mendominasi di Indonesia. Generasi milenial kita kurang lebih 28,8% generasi Z sekitar 24,4% hampir 50% nanti mendominasi. Kalau adik-adik sekalian tidak punya skill tinggi akan terlibas oleh zaman, jika tidak punya keterampilan tidak mungkin akan terambil oleh mitra-mitra kerja. Maka salah satu caranya dengan adanya pelatihan seperti ini,”ujarnya.

“Kalau adik-adik sekalian tidak punya skill tinggi akan terlibas oleh zaman, jika tidak punya keterampilan tidak mungkin akan terambil oleh mitra-mitra kerja. Maka salah satu caranya dengan adanya pelatihan seperti ini.”

Pemkab Temanggung kata Agung, sangat menaruh perhatian khususnya bagi para calon tenaga kerja yang telah dilatih di BLK ini. Mereka diharapkan mampu menjadi tenaga kerja siap kerja, kompeten, kompetitif. Harus memanfaatkan dan menerapkan betul ilmu yang telah dimiliki.

“Disamping itu harus terus bersemangat meraih kehidupan lebih baik, tidak mudah menyerah, selalu berusaha mengejar impian yang dicita-citakan. Kalian bisa memilih menjadi pekerja baik bergabung dengan perusahaan atau menjadi wira usaha mandiri. Jangan berhenti sampai di sini, saya berharap pelatihan keterampilan kerja ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,”katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung Sri Endang Praptaningsih mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi ini menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tujuannya adalah untuk memberikan bekal kepada pencari kerja melalui pelatihan keterampilan kerja, sehingga mampu dan menguasai suatu jenis dan tingkat kompetensi kerja tertentu untuk memasuki pasar kerja atau usaha mandiri.

Disebutkan, ada 13 jurusan dalam pelatihan ini antara lain, elektro, merias, terapis spa, sablon, tata busana, pembuatan roti dan kue, servis sepeda motor injeksi, barber shop, las listrik, menjahit, barista, finishing mebel. Adapun pelatihan ini dilakukan dalam dua tahap, di mana pertama dilaksanakan pada tanggal 25 Maret-30 April 2024 dengan jumlah 112 orang peserta, kemudian tahap II dilaksanakan 15 Juli-13 Agustus 2024 atau selama 22 hari kerja dengan jumlah peserta 96 orang.

Salah satu peserta pelatihan sablon Novan Nur Hakim (26) dari Mendirat Pare, Kranggan mengaku senang bisa mendapat pelatihan ini karena diajari teori dan praktik. Praktik dengan mendesain logo kaus menggunakan software Corel Draw, kemudian discreening baru disablon. Peserta pelatihan lain Faisal Rifki (19) asal Desa Boto Putih Tembarak dan Muhammad Rifki Syaifudin (20) asal Mantenan Greges, Tembarak mengungkapkan saat ini sudah bisa menservis mesin cuci, setrika, kipas angin, AC, magic com.

“Kami senang mendapat bantuan pelatihan ini, kami sudah siap kerja bahkan siap untuk membuka usaha sendiri seperti jasa servis peralatan elektronik,”kata Faisal. (arya).

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber
Waktu Baca 2 Menit
Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba
Waktu Baca 2 Menit
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit
Waktu Baca 2 Menit
‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta
Waktu Baca 4 Menit

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit

Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Literasi Digital Adalah Bentuk Nyata Bela Negara di Era Modern

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?