Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Meningkatkan Kualitas Gizi Siswa Madrasah Bersama UNICEF
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Meningkatkan Kualitas Gizi Siswa Madrasah Bersama UNICEF

MSN Selasa, 8 Oktober 2024 | 06:27 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

JAKARTA, TELEFRAF.CO.ID – Kementerian Agama bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menggandeng UNICEF untuk memperkuat program peningkatan kualitas gizi anak sekolah/madrasah. Program ini dilaksanakan sebagai percontohan dalam kerangka Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di beberapa wilayah di Jawa Tengah, dengan fokus pada pendidikan gizi yang berkelanjutan.

Program ini hadir untuk menjawab tantangan gizi di kalangan anak usia sekolah yang meliputi kekurangan gizi, obesitas, dan defisiensi zat gizi mikro. Ketiga isu ini dinilai berpotensi menghambat perkembangan anak-anak Indonesia, baik dari segi kesehatan fisik maupun prestasi akademik.

Direktur Kurikulum, Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, M. Sidik Sisdiyanto, menekankan pentingnya pendidikan gizi di madrasah sebagai upaya untuk membekali siswa dengan pengetahuan mengenai pola makan yang sehat. “Program peningkatan kualitas gizi siswa di madrasah sangat penting untuk memberikan pengetahuan kepada mereka tentang menjaga kesehatan diri, sehingga dapat terus belajar dan meraih prestasi di berbagai bidang,” ujar Sidik di Jakarta, Senin (07/10/2024).

Sidik Sisdiyanto

Sidik juga menyoroti bahwa isu kesehatan dan gizi merupakan salah satu tantangan utama bagi anak-anak usia sekolah. “Kita harus memitigasi masalah gizi ini sejak dini. Jika tidak, masalah tersebut akan menjadi ancaman serius bagi kesehatan siswa dan berdampak pada generasi mendatang,” tambahnya.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terungkap bahwa sebanyak 14,1% anak usia 5-12 tahun tergolong stunting, 15,5% mengalami anemia, dan 11,9% masuk kategori gemuk, dengan 7,8% anak di antaranya mengalami obesitas. Masalah gizi ini terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah percontohan di Jawa Tengah.

Sebagai langkah konkret, UNICEF bersama dengan Kemenag, Kemendikbudristek, dan Kemenkes meluncurkan program percontohan di Kabupaten Tegal, Kudus, Surakarta, dan Semarang. Pada tahun 2023-2024, program ini diperkuat dengan komponen tambahan yang fokus pada pencegahan kegemukan dan obesitas.

Tim gabungan yang terdiri dari UNICEF dan perwakilan dari tiga kementerian tersebut telah melakukan Joint Monitoring Visit (JMV) di empat kabupaten/kota di Jawa Tengah pada 1-4 Oktober 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan, pendidikan gizi, serta intervensi dalam pencegahan obesitas di kalangan siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Salah satu intervensi yang dilakukan adalah mendorong siswa untuk membawa bekal makanan dari rumah, dengan tujuan memastikan bahwa asupan gizi mereka terjamin. Menurut Sidik, edukasi tentang pentingnya bekal sehat tidak hanya menguntungkan siswa tetapi juga memberikan wawasan kepada orang tua mengenai pentingnya asupan nutrisi yang seimbang bagi anak-anak.

Permasalahan gizi di Indonesia kerap diperparah oleh pola makan yang tidak sehat, termasuk konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Pola makan ini, jika dibiarkan tanpa intervensi, akan menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan kesejahteraan mental anak-anak di masa mendatang.

Sidik berharap, melalui program ini, madrasah di seluruh Indonesia dapat mengadopsi praktik terbaik dalam pendidikan gizi. “Melalui kegiatan ini, diharapkan madrasah-madrasah di seluruh Indonesia dapat menerapkan pola perbaikan gizi dan kesehatan yang berkelanjutan, sehingga kita dapat menghasilkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Program intervensi gizi yang didukung oleh UNICEF ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat di madrasah, sekaligus mempersiapkan siswa untuk menjadi generasi penerus yang tangguh, sehat, dan siap bersaing di berbagai bidang.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Photo Credit: Penjual rokok asongan. REUTERS
Bersiaplah Purbaya Bakal Legalkan Peredaran Rokok Ilegal
Waktu Baca 2 Menit
Armada truk yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara Pertamina meninggalkan depo Plumpang di Jakarta Utara. (FILE/JP))
Mulai Maret 2026 Pertamina Siap Pasok Solar ke SPBU Swasta
Waktu Baca 5 Menit
Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Pemerintah dinilai perlu memprioritaskan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pemulihan ekonomi. Hal ini karena sektor UMKM bisa memberikan efek berganda atau multiplier effect kepada masyarakat, termasuk dalam menciptakan permintaan. VOI/Angga Nugraha
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan Untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO

Waktu Baca 3 Menit

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Humaniora

Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta

Waktu Baca 3 Menit
Peta fungsi lahan daerah Tamambaloh (data dari Sangga Bumi Lestari)
Humaniora

Masyarakat Tamambaloh Menolak Sawit: Ancaman di Hulu Sungai Embaloh Makin Nyata

Waktu Baca 6 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?