Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta

Atti K. Senin, 16 Juni 2025 | 16:29 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Trah Sultan HB II Desak Pembentukan Komite Pengembalian Aset Kraton Yogyakarta/Doc/Ist
Bagikan

Telegraf — Keluarga Trah Sultan Hamengkubuwono II (HB II) mendesak pemerintah membentuk Komite Pengembalian Aset guna menelusuri dan mengembalikan harta serta naskah kuno milik Kraton Yogyakarta yang dirampas pasukan Inggris dalam peristiwa Geger Sepehi pada 1812. Aset-aset tersebut antara lain berupa koin perak, keping emas, dan sekitar 7.000 naskah kuno yang saat ini diduga berada di sejumlah negara Eropa.

Menurut Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, keluarga besar HB II menilai peristiwa Geger Sepehi merupakan kejahatan kemanusiaan yang perlu ditindaklanjuti secara serius melalui mekanisme hukum dan diplomasi internasional.

“Kami melihat bahwa telah terjadi peristiwa kejahatan kemanusiaan pada peristiwa Geger Sepehi. Karena itu, kami mendukung dibentuknya komite bersama antara Kraton, Trah Sultan HB II, dan pemerintah untuk melakukan upaya pengembalian aset,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (16/6).

Fajar juga menyampaikan keberatan atas penggunaan istilah repatriasi oleh sejumlah pihak. Menurutnya, istilah yang tepat adalah Claiming Equity Prasasti International sebagai proses hukum internasional untuk menuntut hak kepemilikan yang dirampas secara tidak sah.

“Ini bukan repatriasi. Yang kami perjuangkan adalah claiming equity atas harta benda dan dokumen milik Sultan HB II yang dirampas, bukan sekadar proses pemulangan,” katanya.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari pemerintah. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menyatakan bahwa prosedur klaim atas artefak dan naskah kuno memiliki jalur diplomatik dan hukum internasional yang harus ditempuh.

“Prosedur klaim ini harus diperjuangkan secara serius. Tanpa dukungan pemerintah, upaya seperti ini tidak akan berhasil,” ucap Pigai.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut bahwa hingga kini belum ada langkah formal yang dilakukan pemerintah untuk menempuh dialog diplomatik dengan pihak Inggris. Namun, ia menyatakan komitmen pemerintah untuk membuka jalur komunikasi resmi.

“Langkah diplomasi akan kami tempuh. Komunikasi akan dibuka dengan Pemerintah Inggris untuk membicarakan pengembalian naskah dan artefak yang dirampas dalam peristiwa Geger Sepehi,” ujarnya.

Fajar menegaskan bahwa komite yang akan dibentuk nantinya diharapkan menjadi forum resmi untuk menyuarakan kepentingan Kraton dan keluarga besar Sultan HB II dalam proses pengembalian aset.

“Komite ini penting agar posisi hukum dan historis Kraton serta keluarga HB II diakui dalam proses pengembalian aset yang didasarkan pada peristiwa tahun 1812,” katanya.

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?