SNI 7988:2014 Gunakan Multibeam Echosounder Layak atau Tidak

“SNI yang tersusun tersebut harapkan dapat diketahui oleh seluruh stakeholder, dan setelah mengetahui hal tersebut diharapkan dapat memberi masukan dalam rangka perbaikan ke depan”

SNI 7988:2014 Gunakan Multibeam Echosounder Layak atau Tidak

Telegraf, Jakarta – Badan Informasi Geospasial (BIG) tak hanya berfungsi sebagai mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan survei pemetaaan untuk menghasilkan peta tetapi membangun informasi geospasial (IG) yang mudah diaskes, melainkan juga memposisikan peran dalam 3 klutser seperti regulator, eksekutor dan koordinator.

Hal itu di ungkapkan Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar Dodi Sukmayadi usai melakukan sosialisasi dan uji Setandar Nasional Iindonesia (SNI) nomer 7988 tahun 2014, survei batimetri yang mengunakan multibeam echosounder, di Taman impia jaya Ancol, Jakarta, Rabu, (18/10/17).

 

Standar nasional Indonesia sesuai batimertri dengan kode SNI 7988:2014 di ujikan berkaitan dengan multibeam echosounder, karena standar, untuk memperoleh suatu feedback sampai sejauh mana standar yang dibangun apakah layak untuk berbagai kepentingan.

Dodi Sukmayadi mengatakan “SNI yang tersusun tersebut diharapkan dapat diketahui oleh seluruh stakeholder, dan setelah mengetahui hal tersebut diharapkan dapat memberi masukan dalam rangka perbaikan ke depan”.

Lanjut Dodi dari regulator, eksekutor dan koordinator IG menjadi dasar sebagai acuan tematik guna menjamin IG nasional yang terintegritas serta bepedoman pada norma, standar , pedoman dan kriteria yang di tetapkan BIG serta membangun system pengelolaan dan akses IG.

Untuk menghasilkan IG yang handal dan dapat di pertanggungjawabkan untuk itu terdapat payung hukum mana dalam paying hokum tersebut terdapat ketersediaa, norma, standar, pedoman dan kriteria (NSPK), dalam hal ini BIG menjadi sekertariat komite teknis 0701 (Bidang Informasi Geografi/Geomatika), salah satunya adalah SNI 7988 tahun 2014 yang mana survei batimetri mengunakan multibeam Echosonder.

Untuk meyakinkan bahwa NSPK operasional atau tidak BIG melakukan penerapan SNI, hal ini dilakukan untuk pemeliharaan terhadap SNI yang telah disusun, Pemeliharaan tersebut melalui penyusunan instrument pengujian berupa tolak ukur penerapan standar, dimana salah satu tolak ukur pengujian penerapan.

Baca Juga :   Tracing dan Testing Covid-19 Alami Penurunan

Ditemui di tempat yang sama Kadis Peta Pushidrosal Dyan Primana mengatakan adanya standar nasional Indonesia survei batimetri mengunakan multibeam ecosounder, akan menambah kualitas data dari batimeti itu sendiri dalam navigasi keselamatan pelayaran kapal kapal yang berlayar di Indonesia, selain itu juga akan meningkatkan sumber daya manusia yang melakukan survei di perairan Indonesia ini mendapatkan data yang akurat dan teliti sesuai dengan standar nasional Internasional.

Dyan juga mengatakan peningkatan pelayaran Indonesia ini sangat bermanfaat, disisi lain survei multibeam juga akan mendukung kegiatan kegiatan operasi militer di perairan Indonesia serta memberikan data yang akurat. Tak hanya itu saja bekerjasama pun dilakukan dalam pengelolaan alam batimetri nasional untuk kepentingan bersama terutama kepentingan pembangunanIndonesia untuk keselamatan navigasi baik militer maupun pertahanan. (Red)

Credit Photo: Atti kurnia/telegraf.co.id


 

Atti Kurnia

close