Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar forum diskusi publik bertajuk “Pertahanan Semesta di Era Digital” pada Senin (11/05/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan YouTube ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara di ruang siber.
Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, dalam pembukaannya menegaskan bahwa konsep pertahanan semesta kini harus melibatkan seluruh elemen bangsa guna menghadapi ancaman non-fisik. Menurutnya, tantangan saat ini telah bergeser ke ranah digital dalam bentuk serangan siber, kebocoran data, hingga disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Diperlukan penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya bela negara di masa kini,” kata Sarifah.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kebijakan Strategis Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, memaparkan bahwa stabilitas nasional kini dibayangi oleh perang informasi dan hoaks. Ia menekankan bahwa bela negara dapat diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui profesi masing-masing untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah pesatnya teknologi.
Sementara itu, Ketua Prodi S2 Terapan Komunikasi Digital dan Media, Willy Bachtiar, menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ancaman digital juga menyasar pola pikir melalui provokasi di ruang digital.
“Pertahanan semesta di era digital mengharuskan masyarakat untuk berkomunikasi secara bijak agar tercipta ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab,” ungkap Willy.
Diskusi ini menyimpulkan bahwa pertahanan negara bukan lagi sekadar urusan militer, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara melalui kesadaran literasi digital dan partisipasi aktif dalam menjaga ruang publik dari ancaman informasi yang menyesatkan.