Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Forum Diskusi Publik bertajuk “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” pada Kamis (07/05/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di dunia maya.
Seminar ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk memberikan edukasi serta pendampingan bagi masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Program ini diharapkan mampu memaksimalkan manfaat teknologi untuk mendukung proses belajar dan perkembangan anak tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu dalam pemaparannya menekankan bahwa tingginya intensitas penggunaan internet saat ini membawa risiko nyata bagi anak-anak. Ia menyoroti ancaman mulai dari konten pornografi, judi online, cyberbullying, hingga gangguan kesehatan mental.
”Penting bagi orang tua untuk mendampingi dan mengawasi penggunaan teknologi digital pada anak,” tegas Ruth dalam forum tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Verdi Yasin selaku Dosen dan Peneliti STMIK Jayakarta, menjelaskan bahwa meski internet bermanfaat untuk komunikasi dan belajar, risiko kecanduan gawai dan konten negatif tetap mengintai.
Menurutnya, anak-anak perlu dibekali dengan literasi dan etika digital melalui sinergi antara orang tua, guru dan masyarakat.
Sedangkan dari sudut pandang psikologi, Syariful memperingatkan bahwa penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat merusak kesehatan psikologis anak. Ia menyebutkan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap eksploitasi online dan ancaman digital lainnya jika tidak ada pengawasan ketat dari lingkungan sekolah maupun rumah.
Acara tersebut menyimpulkan, bahwa perlindungan anak di ranah digital memerlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sekolah dan masyarakat.