Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Fina Asriani Selasa, 21 April 2026 | 02:15 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Dokumen Digital Palsu
Foto : Marshall Pribadi (CEO Privy)
Bagikan

Telegraf – Transformasi digital di Indonesia semakin nyata. Dalam tiga bulan pertama 2026, aktivitas tanda tangan elektronik di platform Privy melonjak drastis hingga hampir 250 persen secara tahunan.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, masih tersimpan tantangan besar: rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dokumen digital.

Lonjakan Signifikan: 32 Juta Tanda Tangan dalam 3 Bulan

Sepanjang Kuartal I 2026, Privy mencatat lebih dari 32 juta aktivitas tanda tangan elektronik—melonjak jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 10 juta.

Menurut Marshall Pribadi, lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dan pelaku usaha yang semakin mengandalkan proses digital.

“Fleksibilitas, kemudahan, serta jaminan keamanan dan keabsahan hukum menjadi faktor utama masyarakat beralih ke tanda tangan elektronik,” ujarnya.

Keamanan Jadi Faktor Kunci

Tidak hanya soal kemudahan, sistem yang diterapkan Privy juga menekankan aspek keamanan.

Setiap pengguna wajib melalui proses verifikasi identitas, termasuk data diri dan biometrik, sebelum dapat menggunakan layanan. Selain itu, tersedia perlindungan berupa certificate warranty hingga Rp1 miliar untuk menjamin keaslian identitas penandatangan.

Dengan sistem ini, dokumen digital tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki kekuatan hukum yang sah.

Industri yang Mendorong Pertumbuhan

Pertumbuhan aktivitas ini didorong oleh berbagai sektor industri, mulai dari:

  • Financial technology (P2P lending & paylater)
  • Telekomunikasi & IT
  • Jasa keuangan (perbankan, multifinance, leasing)

Menariknya, sektor lain seperti kesehatan dan pendidikan juga mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan tanda tangan elektronik.

Baca Juga :  KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Masalah Besar: Edukasi Belum Merata

Meski pertumbuhan tinggi, Marshall Pribadi menegaskan bahwa edukasi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Masih banyak pengguna yang:

  • Memindai tanda tangan manual
  • Menempelkan ke dokumen digital
  • Menganggapnya setara dengan tanda tangan elektronik resmi

Padahal, praktik tersebut berisiko tinggi terhadap manipulasi dan tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas.

Ancaman Dokumen Digital Palsu

Kemudahan distribusi dokumen digital—melalui email hingga WhatsApp—justru membuka celah penyalahgunaan.

Dokumen palsu kerap digunakan dalam modus penipuan yang mengatasnamakan institusi tertentu.

Untuk mengatasi hal ini, Privy mendorong kampanye:

#CekDuluBaruPercaya

Kampanye ini mengajak masyarakat untuk memverifikasi keaslian dokumen digital melalui platform resmi sebelum mengambil keputusan.

Cara Sederhana Verifikasi Dokumen

Melalui fitur verifikasi, pengguna dapat:

  • Mengunggah dokumen digital
  • Mengecek keaslian tanda tangan elektronik
  • Memastikan identitas penandatangan valid

Langkah sederhana ini dinilai mampu mengurangi risiko kerugian akibat dokumen palsu.

Target Ambisius hingga 2028

Ke depan, Privy optimistis tren ini akan terus meningkat.

Targetnya:

  • 2x lipat di 2027
  • 3x lipat di 2028

Peningkatan ini akan didorong oleh edukasi yang lebih masif serta pengembangan produk yang mempermudah proses dokumentasi digital.

Lonjakan penggunaan tanda tangan elektronik menunjukkan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju ekosistem digital yang lebih efisien.

Namun di saat yang sama, literasi digital menjadi kunci utama.

Karena di era dokumen digital: bukan hanya cepat yang penting—tapi juga valid, aman, dan bisa dipercaya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Technology

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Illustration pencurian data pribadi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bisa terjadi kapanpun. GETTY IMAGES/Thomas Trutschel
Technology

Hadapi Ancaman Siber, Elemen Bangsa Didorong Perkuat Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Atitude Bijak di Dunia Digital Online dan Menjauhi Judi

Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
Technology

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?