Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar Forum Diskusi Publik bertajuk “Pertahanan Semesta di Era Digital” pada Senin (27/04/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem pertahanan negara di tengah ancaman siber yang kian kompleks.
Anggota DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia bersifat semesta, di mana ancaman tidak lagi hanya berupa fisik, melainkan telah merambah ke ruang digital. Ia mendesak adanya langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan NKRI.
“Masyarakat harus menanamkan kesadaran bahwa pertahanan negara bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia,” kata Sarifah dalam paparannya.
Ia merinci lima langkah krusial yang harus diambil, diantara adalah memperkuat literasi digital sebagai bentuk bela negara. Meningkatkan kapasitas keamanan siber nasional. Mendorong kemandirian teknologi dan talenta digital lokal. Memperkuat sinergitas lintas sektor dan membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Sadjan, menyatakan bahwa pertahanan semesta merupakan panggilan bagi setiap warga negara. Ia menyoroti pentingnya peran individu dalam lingkungan terkecil, seperti keluarga dan komunitas, untuk menjadi pengguna digital yang cerdas dan kritis.
Sementara itu, dari sudut pandang perilaku, Syariful, menggarisbawahi pentingnya pendekatan psikologi dalam pertahanan nasional. Menurutnya, saat ini diperlukan pergeseran paradigma dari bela negara secara fisik menuju bela negara sebagai kesadaran psikologi kolektif untuk membangun ketangguhan mental sosial.
Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa pertahanan negara di era modern kini mengandalkan kolaborasi hibrida antara pemerintah, TNI/Polri dan rakyat sebagai sebuah solusi jalan keluar.
Perlindungan terhadap data nasional dan data pribadi diidentifikasi sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan negara. Sinergi antara literasi digital masyarakat sebagai soft power dan infrastruktur keamanan siber yang kuat menjadi kunci utama menghadapi ancaman global di masa depan.