Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bekerja sama dengan Anggota Komisi I DPR RI menyelenggarakan webinar Forum Diskusi Publik bertema “Sehat Mental di Era Digital: Mulai dari Ruang Aman Bagi Anak” pada Kamis, (07/05/2026). Kegiatan yang dilakukan melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan meningkatkan literasi digital sekaligus kesadaran masyarakat mengenai dampak teknologi terhadap kondisi psikologis anak.
Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, dalam pembukaannya menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan elemen krusial dari konsep human security atau keamanan manusia.
“Keamanan tidak hanya soal pertahanan militer, melainkan juga mencakup kualitas hidup masyarakat yang berdampak langsung pada stabilitas nasional dan ketahanan bangsa,” katanya.
Sarifah mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung kesehatan mental generasi muda di tengah tantangan digital.
Dalam sesi pemaparan, praktisi komunikasi Usman Kansong memperingatkan risiko penggunaan teknologi berlebihan yang dapat memicu gangguan seperti kecemasan, depresi, hingga cyberbullying.
Sebagai langkah preventif, ia menyarankan dilakukannya detoks digital dan pengelolaan informasi secara bijak. Usman juga menyoroti pentingnya implementasi PP Tunas untuk melindungi data pribadi dan memperkuat keamanan ekosistem digital bagi anak-anak.
Senada dengan hal tersebut, akademisi Willy Bachtiar mengungkapkan bahwa tantangan besar seperti fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kecanduan gadget tidak bisa diselesaikan hanya dengan pelarangan teknologi. Menurutnya, diperlukan pendekatan empatik melalui pendampingan keluarga dan penguatan literasi digital.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan keluarga melalui implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Orang tua diharapkan mampu menjadi teladan digital dan membangun komunikasi terbuka demi menjaga keseimbangan aktivitas online dan offline anak.
Perlindungan kesehatan mental generasi muda memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua hingga penyedia platform digital. Sinergi dalam pengawasan dan regulasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat bagi tumbuh kembang anak di masa depan.