Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca ‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Rilis

‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta

MSN Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:39 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

YOGYAKARTA, TELEGRAF.CO.ID — Sore itu, ruang di Bale Black Box Laboratory, Yogyakarta, pelan-pelan dipenuhi orang. Ada seniman, dosen, mahasiswa, kolektor, juga mereka yang datang hanya karena penasaran. Mereka berjalan perlahan dari satu karya ke karya lain, berhenti cukup lama di depan arsip, lalu saling bertukar cerita kecil tentang seorang nama: R. B. Setiawanta.
Pameran retrospektif “Lihatlah Sedalam-Dalamnya” resmi dibuka Kamis (8/5). Pameran ini merangkum perjalanan artistik Setiawanta sepanjang 2007–2026. Bukan sekadar deretan karya yang dipasang rapi di dinding, melainkan jejak hidup yang dibuka satu per satu: proses, ingatan, percobaan, juga kegagalan-kegagalan yang perlahan membentuk seorang seniman. Pameran berlangsung hingga 12 Mei 2026.


Suasana pembukaan terasa hangat, tapi ada kesunyian yang sesekali turun di sela percakapan. Orang-orang tampak betah berlama-lama. Mereka membaca arsip, mengamati detail lukisan, lalu duduk di sudut ruang sambil membicarakan tafsir masing-masing tentang karya-karya Setiawanta. Seni, malam itu, terasa dekat. Tidak berjarak.
Acara diawali laporan Ketua Pelaksana, Reggy Amianu Dyanta R. Setelah itu, pameran secara resmi dibuka oleh Rain Rosidi, kurator, praktisi seni, sekaligus dosen ISI Yogyakarta. Dalam suasana yang tenang, pembukaan itu terasa bukan seperti seremoni formal semata, melainkan penghormatan bagi perjalanan seorang seniman.
Reggy menyebut pameran ini bukan penutup dari perjalanan seorang seniman. “Yang kita lihat hari ini bukan hasil jadi, tapi potongan-potongan proses yang membentuk perjalanan artistik seorang seniman,” ujarnya. Setelah itu, ia mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta dan berdoa bersama. Ruang pamer mendadak sunyi. Ada rasa kehilangan yang terasa pelan, tapi nyata.
Ketua Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta, Dr. Trisna Pradita Putra, S.Sos., M.M., mengatakan retrospeksi selalu menjadi cara untuk menengok ke belakang demi memahami siapa kita hari ini. Ia mengapresiasi pameran tersebut karena mampu menggali jejak Setiawanta melalui karya dan arsip dengan pendekatan yang jujur dan mendalam.
Apresiasi juga datang dari Dr. Mikke Susanto. Menurutnya, “Lihatlah Sedalam-Dalamnya” tampil serius dan berani. Tidak berhenti pada pameran karya semata, tetapi juga menghadirkan cara bercerita dan pengarsipan yang matang. Ia berharap model pameran seperti ini dapat terus tumbuh sebagai bagian penting dari praktik pengarsipan seni rupa di Indonesia.
Di dalam ruang pamer, pengunjung dapat melihat berbagai karya dan arsip visual Setiawanta sejak 2007 hingga 2026.

Ada lukisan, dokumentasi, hingga instalasi yang membuat ruang terasa intim sekaligus kontemplatif. Proses kreatif Setiawanta seolah masih bergerak di sana. Percakapan-percakapan kecil muncul spontan. Orang saling bertukar tafsir tentang tema, teknik, juga kisah-kisah yang tersembunyi di balik karya.
Pameran ini akhirnya bukan hanya tentang seni rupa. Ia juga bicara tentang waktu, ingatan, dan bagaimana seseorang meninggalkan jejaknya. Melalui Arsip Rupa Wanta, perjalanan artistik Setiawanta dirawat agar tetap dapat dibaca lintas generasi.
Pameran ini digerakkan oleh mahasiswa Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta. Reggy Amianu Dyanta R dipercaya sebagai ketua pelaksana, bersama Angghari Jinawuhan Hayu, Bunga Violet, Davina Rinomi, Jasmine Ayunda Rasta, Moh Ilhamsyaifullah, Nailul Amaliati, Pandu Gerak Angin, dan Salsabila Atirah Putri.
Sampai hari terakhir pada 12 Mei nanti, publik masih dapat datang dan melihat pameran ini secara gratis. Mungkin, setelah keluar dari ruang itu, orang akan pulang dengan cara pandang yang sedikit berubah: bahwa seni bukan sekadar benda yang dipajang di dinding, melainkan perjalanan panjang yang dibentuk oleh pengalaman, kegagalan, ketekunan, dan umur yang terus berjalan. (Rilis)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta
Waktu Baca 4 Menit
Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law
Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak
Waktu Baca 2 Menit
Literasi Digital Adalah Bentuk Nyata Bela Negara di Era Modern
Waktu Baca 2 Menit

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit

Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila

Waktu Baca 2 Menit

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Rilis

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
Rilis

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit
Kpop4Planet
Rilis

No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil

Waktu Baca 4 Menit
Rilis

Jogja Food & Beverage Expo 2026 Siap Digelar, Sektor F& B dan Packaging Jadi Masa Depan Industri Manufaktur

Waktu Baca 4 Menit
Transformasi Digital
Rilis

Keamanan Digital Adalah Tanggung Jawab Setiap Pengguna Teknologi

Waktu Baca 2 Menit
Rilis

Keamanan Digital Kebutuhan Mendasar di Tengah Transformasi Teknologi

Waktu Baca 2 Menit
ChatGPT AI Chatbot: Mengintip Ancaman Hacking Berbasis AI
Rilis

Security by Design Integrasikan Aspek Keamanan Infrastruktur Digital

Waktu Baca 2 Menit
Ciber Police
Rilis

Ancaman Siber Membutuhkan Pendekatan Proaktif dan Penanganan Komprehensif

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?