Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar online (webinar) Forum Diskusi Publik bertajuk “Peran Transformasi Digital Dalam Memperkuat Sistem Pertahanan Semesta” pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah edukasi dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara di ruang siber.
Anggota Komisi I DPR RI, Hasanuddin, menegaskan bahwa transformasi digital memegang peranan krusial dalam memperkuat sistem pertahanan semesta Indonesia. Menurutnya, bentuk ancaman terhadap stabilitas nasional saat ini telah bergeser dan tidak lagi sebatas ancaman fisik.
“Ancaman saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berupa serangan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, dan kebocoran data yang dapat mengganggu stabilitas nasional,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor mutlak diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara.
Senada dengan hal tersebut, Pegiat Literasi Digital, Gun Gun Siswadi, menyoroti pentingnya langkah konkret masyarakat dalam aksi bela negara di era digital. Gun Gun menekankan bahwa penguatan literasi digital dan keamanan siber adalah kunci utama.
“Bela negara di era digital dapat dilakukan dengan bijak menggunakan teknologi dan menjaga persatuan bangsa, langkah ini memerlukan sinergi dari dunia pendidikan, sektor teknologi, hingga elemen masyarakat terkecil,” ujarnya.
Sementara itu, dari sudut pandang sosiopsikologis, Dosen Psikologi UNIBI, Syariful, mengingatkan bahwa digitalisasi juga membawa ancaman nonfisik berupa radikalisme online dan krisis kesadaran kebangsaan.
Ia menilai sistem pertahanan semesta tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kesiapan mental dan resiliensi sosial dari masyarakat. Untuk itu, diperlukan penguatan pendidikan serta pelatihan deteksi ancaman psikologis sejak dini.
Guna menghadapi dampak tersebut, seluruh elemen masyarakat mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga pemerintah diimbau untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.