Telegraf— PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperkuat posisinya dalam penyaluran KPR subsidi nasional sepanjang 2026. Hingga April 2026, perseroan telah merealisasikan pembiayaan rumah subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 16.523 unit dengan nilai mencapai Rp2,7 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Bank BSN di posisi kedua nasional dalam penyaluran KPR subsidi dengan pangsa pasar sebesar 23,4 persen. Sementara di segmen perbankan syariah, Bank BSN menjadi pemimpin pasar dengan penguasaan pangsa KPR subsidi syariah mencapai 84 persen.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor mengatakan peningkatan penyaluran KPR subsidi menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
“Pada 2025 realisasi KPR subsidi Bank BSN mencapai 59.463 unit. Tahun ini kami menargetkan penyaluran sebanyak 73.700 unit sebagai bentuk komitmen mendukung program perumahan rakyat,” ujar Alex usai menerima kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengapresiasi pertumbuhan penyaluran KPR subsidi Bank BSN dan optimistis target 2026 dapat tercapai.
Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, kesiapan sumber daya manusia, strategi bisnis, dan peta jalan perusahaan menjadi modal penting bagi Bank BSN untuk memperluas pembiayaan rumah subsidi nasional.
“Bank BSN sekarang sudah berada di posisi kedua setelah BTN dalam penyaluran KPR subsidi nasional,” kata Ara.
Untuk mempercepat realisasi target, pemerintah juga mendorong implementasi Program KUR Perumahan senilai Rp500 miliar yang akan dijalankan Bank BSN. Program tersebut diproyeksikan mulai berjalan dalam dua bulan ke depan setelah memperoleh dukungan regulasi dari OJK.
Selain memperluas pembiayaan rumah subsidi, Bank BSN juga bersiap masuk ke pengembangan rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai regulasi terbaru pemerintah. Salah satu proyek yang disiapkan yakni pembangunan kawasan Kota Baru di Kabupaten Tangerang.
Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk melalui opsi tenor KPR hingga 40 tahun bagi pekerja muda seperti ASN, TNI, dan Polri.
Bank BSN menilai penguatan layanan digital dan kolaborasi dengan ekosistem properti akan menjadi kunci dalam memperbesar penyaluran KPR subsidi nasional sepanjang 2026.