FKPPI: Bahaya Komunisme Tidak Boleh Dianggap Remeh

FKPPI: Bahaya Komunisme Tidak Boleh Dianggap Remeh

"Bahaya komunisme atau paham komunis tidak boleh dianggap remeh dan jangan dianggap sebagai hantu, karena mereka terus akan bermetamorfosa dalam berbagai bentuk. Mungkin tidak seekstrim pada masa yang lalu yang terang-terangan menampilkan identitas dan kekerasan dalam melakukan gerakan politik,"

FKPPI: Bahaya Komunisme Tidak Boleh Dianggap Remeh


Telegraf, Jakarta – Seiring dengan santernya isu tentang komunisme yang semakin berkembang luas di Indonesia belakangan ini, hal tersebut membuat Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) DKI Jakarta, yang merupakan salah satu organisasi yang beranggotakan anak-anak dari para purnawirawan militer dan polisi, dimana organisasi tersebut dilandasi oleh Pancasila dan semangat nasionalisme meminta agar masalah komunis jangan dianggap sebagai suatu hal yang remeh.

Adanya indikasi yang menyebutkan soal kebangkitan gerakan komunis dewasa ini berpotensi menimbulkan ancaman bagi ideologi negara Pancasila serta dapat menimbulkan gejolak politik serta keamanan terutama jelang adanya momentum politik baik Pilkada ataupun Pilpres.

Indikasi kebangkitan kembali komunis di Indonesia patut dicermati, ada berbagai arah manuver yang menunjukkan ke arah tersebut. Demikian disampaikan Bambang Dirgantoro, Wakil Ketua bidang Politik dan Pengkajian Strategis KB FKPPI DKI Jakarta, Selasa (26/09/2017).

“Bahaya komunisme atau paham komunis tidak boleh dianggap remeh dan jangan dianggap sebagai hantu, karena mereka terus akan bermetamorfosa dalam berbagai bentuk. Mungkin tidak seekstrim pada masa yang lalu yang terang-terangan menampilkan identitas dan kekerasan dalam melakukan gerakan politik,” ucap Bambang.

Bambang menyebutkan bahwa isu komunisme saat ini dianggap hanya membangkitkan luka masa lalu bagi kedua belah pihak, PKI maupun korban dari aksi PKI tersebut.

“Jika ini dibiarkan tentu akan menyebabkan ketidak harmonisan bagi anak bangsa dan jauh dari cita-cita luhur Bhineka Tunggal Ika dan tentunya pemahaman nilai Pancasila”. Tegas Bambang.

“Kami tentu mempunyai sikap mengenai isu komunisme yg selalu hadir ditengah masyarakat kita. Kami menolak paham komunisme marxsisme leninisme stalinisme dan isme lainnya yang bertolak belakang dengan nilai Pancasila,” kata Bambang.

Kemudian, lanjut Bambang, FKPPI dengan tegas menolak dicabutnya TAP MPR 25/1965 serta menolak Pemerintah untuk meminta maaf kepada komunis.

Bambang pun berharap akan ketegasan pemerintah dalam membumi hanguskan akan bahaya laten komunisme yang dikemas dengan gaya baru. (Red)

Photo Credit : Bambang Dirgantoro (kiri) pada saat acara diskusi publik. | Telegraf/Wiwid W. Widjojo


KBI Telegraf

close