Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar diskusi publik bertajuk “Ruang Digital Aman Generasi Sehat Untuk Indonesia Emas” secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin (18/05/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Anggota Komisi I DPR RI, Hasanuddin, dalam pemaparannya mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya membawa manfaat, melainkan juga ancaman nyata bagi psikologis anak. Pihaknya menyoroti maraknya kasus perundungan siber (cyberbullying), kecanduan gawai, hingga paparan konten negatif yang merusak interaksi sosial generasi muda.
“Pemerintah melalui PP Tunas berupaya menghadirkan perlindungan bagi anak di ruang digital, namun peran keluarga, orang tua, dan masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam pengawasan,” kata Hasanuddin.
Senada dengan hal tersebut, Praktisi Komunikasi Usman Kansong memaparkan dampak buruk dari fenomena fear of missing out (FOMO) yang memicu gangguan tidur, kecemasan, hingga depresi akibat penggunaan media sosial berlebihan. Usman menegaskan bahwa regulasi seperti PP Tunas hadir untuk memperketat ruang gerak konten berbahaya melalui mekanisme verifikasi akun, pembatasan usia, dan penyaringan ketat di platform digital.
Dari perspektif psikologi, Dosen Psikologi UNIBI Syariful, menambahkan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap ancaman digital yang lebih ekstrem seperti grooming dan pornografi. Akibatnya, kemampuan kognitif anak terancam menurun jika screen time atau durasi menatap layar tidak dibatasi secara aktif oleh keluarga.
Acara yang diikuti secara antusias oleh publik ini ditutup dengan kesimpulan bersama dari ketiga narasumber. Mereka menegaskan bahwa penciptaan ekosistem internet yang ramah anak tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kokoh antara kebijakan tegas pemerintah, edukasi sekolah, serta pendampingan literasi digital berbasis keluarga demi melindungi masa depan generasi penerus bangsa.