Tumbuhkan Industri Kreatif, Bekraf Dorong Developer Gunakan Jasa Arsitek Lokal

Tumbuhkan Industri Kreatif, Bekraf Dorong Developer Gunakan Jasa Arsitek Lokal

“Menurut saya angka tersebut belum menggambarkan kesuksesan industri arsitek dan desain interior kita. Ini akan sukses bila semua developer di Indonesia menggunakan arsitek dan desainer lokal, apalagi arsitek dan desainer kita kualitasnya gak kalah dengan luar negeri. Karena itu, kita harus mendorong ekosistemnya agar industri ini berkembang, salah saunya lewat AYDA ini,”

Tumbuhkan Industri Kreatif, Bekraf Dorong Developer Gunakan Jasa Arsitek Lokal


Telegraf, Jakarta – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia meminta para pengembang (developer) menggunakan jasa arsitek dan desain interior lokal untuk menumbuhkan industri kreatif di bidang ini. Bekraf menilai, Indonesia memiliki arsitek dan desainer interior berkualitas yang terus bermunculan, termasuk dari ajang penghargaan Asia Young Desaigner Award (AYDA).

Hari Santosa Sungkari, deputi infrastruktur Bekraf mengatakan, PDB tahun 2016 mencapai Rp922 triliun, naik dari PDB 2015 yang hanya Rp853 trilun, dan ekonomi kreatif dengan subsektor arsitektur menyumbang 2,3%, sedangkan subsektor desain interior menyumbang 4,1%.

“Menurut saya angka tersebut belum menggambarkan kesuksesan industri arsitek dan desain interior kita. Ini akan sukses bila semua developer di Indonesia menggunakan arsitek dan desainer lokal, apalagi arsitek dan desainer kita kualitasnya gak kalah dengan luar negeri. Karena itu, kita harus mendorong ekosistemnya agar industri ini berkembang, salah saunya lewat AYDA ini,” kata Hari jumpa pers Asia Young Desaigner Award (AYDA) 2017 di Jakarta, Jumat (19/01/2018).

Tahun ini, penyelenggaraan AYDA 2017 yang dihelat olehh Nippon Paint didukung oleh Bekraf Indonesia. “Tahun 2017 adalah penyelenggaraan AYDA yang ke-10 di dunia dan yang ke-6 di Indonesia. Ajang ini bertujuan memberikan wawasan dan pengalaman yang lebih luas kepada mahasiswa yang merupakan calon pelaku industri arsitektur dan desain interior di Indonesia,” kata CEO Decorative Paints Nippon, Jon Tan.

AYDA 2017 mengangkat tema You for Tomorrow dan diikuti oleh 500 mahasiswa jurusan arsitektur dan desain interior dari 18 universitas di Indonesia. Tahap pengumpulan karya dimulai sejak April 2017 dan ditutup pada 4 September 2017. Setelah melalui seleksi ketat, terpilih Top 6 finalis arsitektur dan desain interior. Pemenang akan diikutkan pada kompetisi AYDA tingkat regional.

Tema You for Tomorrow mengajak calon pelaku industri arsitektur dan desain interior untuk mampu melihat kebutuhan dan menciptakan desain yang visioner dan selaras dengan alam serta menggunakan kearifan lokal. Salah satu karya finalis menggunakan ornamen penari Bali untuk detail pintu dan desain joglo untuk bangunan utama. (Red)

Photo Credit : Ilustrasi/Shutterstock


KBI Telegraf

close