Telegraf – Sebuah pergeseran masif sedang terjadi di peta ekonomi nasional di mana mayoritas investor pasar modal kini didominasi oleh kelompok usia di bawah 30 tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa fenomena ini menempatkan mahasiswa dan kaum muda sebagai penggerak utama masa depan investasi tanah air.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa hingga 5 Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus angka 26,7 juta orang. Dari jumlah tersebut, Provinsi Lampung memberikan kontribusi signifikan dengan sekitar 614 ribu investor, yang menempatkannya di peringkat kesembilan secara nasional.
Namun, di balik pertumbuhan angka yang fantastis tersebut, terdapat tantangan besar terkait pemahaman finansial. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025, tingkat literasi Pasar Modal Indonesia baru menyentuh angka 17,78 persen. Kesenjangan ini menciptakan celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi palsu atau “investasi bodong”.
“Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak… Kemudian yang kedua, logis atau tidak,” tegas Hasan Fawzi dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Selasa (19/5/2026). Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh imbal hasil yang terlalu tinggi dan tidak masuk akal.
Dukungan terhadap penguatan literasi ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Asisten Bidang Administrasi Umum Provinsi Lampung, Sulpakar, menekankan bahwa di tengah transformasi digital yang cepat, mahasiswa tidak boleh terjebak dalam investasi ilegal maupun pinjaman online (pinjol) ilegal. Sementara itu, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, menyatakan bahwa pasar modal saat ini bukan lagi milik pemain besar, melainkan instrumen pemerataan ekonomi daerah.
Edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang meliputi berbagai agenda strategis, antara lain:
- Sosialisasi Obligasi dan Sukuk Daerah sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah.
- Sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon.
- Kuliah Umum yang melibatkan 1.500 mahasiswa untuk perlindungan investor.
- Media Gathering untuk membahas isu terkini pasar modal bersama jurnalis lokal.
Melalui inisiatif ini, OJK berharap partisipasi investor domestik, khususnya generasi muda, dapat semakin kuat untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.