Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Standarisasi Akan Terus Beriringan  Dengan Peradaban dan Sambut  Konsep Masyarakat 5.0
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Standarisasi Akan Terus Beriringan  Dengan Peradaban dan Sambut  Konsep Masyarakat 5.0

Atti K. Kamis, 28 Maret 2019 | 20:37 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Peran standardisasi dalam perkembangan peradaban manusia tidak bisa dipungkiri. Bisa dibayangkan apabila standardisasi ini tidak ada. Standardisasi ada sejak peradaban manusia itu ada, maka perkembangan standardisasi akan selalu berjalan beriringan dengan perkembangan peradaban.

Standardisasi akan selalu menjadi flatform bagi kehidupan manusia” ujar Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam pembukaan Seminar Standardization in a Living “Society 5.0”  Jakarta, Rabu (27/03/2019).
Di Indoneaia telah memasuki era Industry 4.0. Pemerintah Indonesia pun telah merespon kebutuhan era ini. Kementerian Perindustrian kemudian mengenalkan Making Indonesia 4.0, yang pada bulan April 2018 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.
Industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data. Istilah ini dikenal dengan nama Internet of Things (IoT). Revolusi industri 4.0 menekankan pula pada kemampuan  Artificial Intellegent  (kecerdasan buatan) sehingga kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi.
Dengan inovasi Teknologi digital ini juga kemudian  Jepang berencana untuk menciptakan “super-smart society”  atau Society 5.0. Yang mau gak mau Indonesianpun harus menyesuaikan kemajuann  tersebut.
Untuk mengntisipasi hal tersebut Indonesia harus mengantisipasi sejak awal agar tidak gelagapan pada saat road map program 5.0 society datang.
“Meman kita harua mengikuti trend. Justru kita jika  tidak mengantisipasi sejak awal,  kita akan gelagapan, yang bagus adalah mengerti trend dunia kita pelajari dan kita cocokkan dengan kondisi Indonesia sehingga kita akan siap dengan mengadapi itu,” ungkap Bambang.
Bambang menjelaskan melaluin Seminar Standardization in a Living “Society 5.0” ini yang menghadirkan para pakar dari Jepang   yaitu Chairman of  Japan Society 5.0 Standardization on Promotional Committee,  yang akan membantu dan memperkenalkan Society 5.0.
Yang selanjutnya diharapkan dapat dirumuskan strategi pengembangan standardisasi dalam menghadapi era society 5.0.
“Ini adalah wahana yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi, dan menjalin kerjasama yang positif yang pada akhirnya dapat tersusun kebijakan strategis standardisasi dalam menyongsong era society 5.0,” lanjut Bambang.
Di temui di tempat yang sama Ketua KADIN Rosan Perkasa Roeslani mengatakan walaupun program 4.0 mengevisiensikan tapi disatu sisi dapat mengurangi tenaga kerja.
“Pemangku  kepentingan pemerintah, akademia, dunia usaha  harus bersama sama merumuskan kebijakan yang tepat yang sesuai dengan perubahan teknologi yg begitu cepat dan saya juga sangat mengapresiasi BSN yang dari awal mulain membicarakan 5.0 society,” kata Rosan.
Lebih lanjut Rosan menjelaskan  kita kan berkompetisi dengan negara negara lain sehingga Indonesia  harus terua menerus menyempurnakan regulasi regulasi yang sudah ada dan nantin jika program   5.0 masuk  kita baru membuat regulasi tepat guna.
Tdi sudha disampaikan  bahwa origram 4.0 sudah din luncurkan dlm rangka kita mengefisienensikan dan juga  terutama menumbuhkan daya saing di kadin sendiri sudah ada beberapa yg menerapkan 4.0 ini.
Bambang menambahkan ada 223 Standar Nasional Indonesia (SNI), mendukung revolusi industri 4.0. Sementara itu, untuk mendukung konsep masyarakat 5.0, ada 504 SNI. Standar tersebut diantaranya menyangkut keamanan informasi, record management, logistik, dan infrastruktur. (Red)

Credit Photo : Kepala BSN, Bambang Prasetya usai menyampaikan seminar/Telegraf


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit
Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?