Penyaluran Kredit Properti dan KPR Belum Ada Tanda Peningkatan Yang Signifikan

"Hingga akhir tahun kami perkirakan KPR bisa tumbuh dikisaran 10-12%, lebih baik dibandingkan tahun lalu yang masih tumbuh single digit. Tapi kami harapkan tahun depan dapat lebih tinggi,"

Penyaluran Kredit Properti dan KPR Belum Ada Tanda Peningkatan Yang Signifikan

Telegraf, Jakarta – Kendati sejumlah bank sudah menawarkan program kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga murah dan berada di level single digit, penyaluran kredit properti belum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hingga akhir september, penyaluran kredit perumahan rakyat/apartemen (KPR/KPA) tercatat baru tumbuh 4,49% dibandingkan posisi akhir tahun lalu atau year to date (ytd) atau 6,8% secara year on year (yoy) menjadi Rp 356,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni mengatakan, guna mendorong permintaan KPR, perbankan saat ini semakin banyak menawarkan program KPR dengan tawaran bunga yang lebih rendah. Namun, Baiquni mengaku kendati penyaluran KPR meningkat lebih tinggi dari periode sebelum adanya program bunga murah, tetapi peningkatannya dinilai belum terlalu signifikan.

“Kalau kita lihat perbankan saat ini sudah jor-joran di bunga KPR, ada yang fix satu, dua, tiga tahun dengan bunga yang murah. Memang penyaluran kreditnya lebih tinggi dibanding periode sebelumnya, tapi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya belum seperti itu,” kata Baiquni di Jakarta, Kamis (3/11).

Saat ini, BNI memiliki program KPR dengan bunga tetap sebesar 8,25% selama lima tahun pertama dengan jangka waktu pinjaman selama 10 tahun. Adapun hingga September, penyaluran KPR BNI tercatat sebesar Rp 36,34 triliun, tumbuh 4,8% (ytd) atau 7,8% (yoy).

“Hingga akhir tahun kami perkirakan KPR bisa tumbuh dikisaran 10-12%, lebih baik dibandingkan tahun lalu yang masih tumbuh single digit. Tapi kami harapkan tahun depan dapat lebih tinggi,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Treasury PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pahala Mansury menuturkan penyaluran KPR pada kuartal ketiga tahun ini sudah mulai mengalami peningkatan antara lain didorong oleh relaksasi ketentuan terkait loan to value (LTV). Adapun hingga September, penyaluran KPR Bank Mandiri tercatat mencapai Rp 28 triliun, tumbuh atau 6,19% (yoy).

“Kredit di segmen KPR meningkat seiring dengan penurunan bunga yang telah kami lakukan dan pelonggaran ketentuan LTV (loan to value),” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Perbankan Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lani Darmawan berharap, pelonggaran LTV akan membantu mendorong permintaan KPR perseroan dapat mencapai target pertumbuhan pada kisaran 10%. Namun, hingga September 2016, penyaluran KPR CIMB Niaga tercatat hanya tumbuh 0,6% (ytd) atau 1,6% (yoy) menjadi Rp 23,43 triliun.

Padahal, saat ini CIMB Niaga tercatat memiliki program KPR dengan bunga murah, yakni program KPR bunga tetap sebesar 7,75% untuk tiga tahun dan bunga tetap 8,25% untuk lima tahun. (Red)

KBI Telegraf

close