Pencanangan Program Pembangunan 1 Juta Rumah Akan Dimulai Pada 2017

“Untuk mewujudkan program itu kalau membangunnya secara konvensional akan memakan waktu lama, jadi kami tergerak dari program tersebut. Sehingga kami mendevelop sistem Domus ini,”

Pencanangan Program Pembangunan 1 Juta Rumah Akan Dimulai Pada 2017


Telegraf, Jakarta – Pemerintah Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program membangun 1 juta rumah untuk mengatasi backlog perumahan di Indonesia. PT Tatalogam Lestari melihat peluang ini dengan mengadirkan rumah instan yang bernama Domus dengan dibangun secara cepat. Hadirnya rumah Domus ini untuk mengatasi hal tersebut pasalnya Rumah Domus bisa dibangun hanya dalam kurun waktu lima hari saja.

“Untuk mewujudkan program itu kalau membangunnya secara konvensional akan memakan waktu lama, jadi kami tergerak dari program tersebut. Sehingga kami mendevelop sistem Domus ini,” ujar Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari.

Rumah Domus dibangun menggunakan rangka yang disebut kolom praktis dan baja ringan. Dengan kolom praktis ini jika dihubungkan dengan bata ringan sangat cepat, sehingga bisa mengurangi waktu tunggu seperti rumah konvensional. Dengan kolom praktis ini bangunan rumah juga terbangun dengan lurus karena semua rangka sudah terukur. Selain itu Rumah Domus ini juga tahan gempa karena keberadaan kolom praktis tersebut dan rangka atap baja ringan. Walaupun menggunakan baja, kolom praktis ini tidak mudah korosi dan lebih tahan karat. Sehingga rumah ini lebih kuat dan tahan lama dibandingkan rumah konvensional.

Menyasar target pasar kelas menengah, rumah Domus tersedia dalam tiga paket yaitu paket rangka yang terdiri dari rangka praktis, rangka kuda, rangka flafond, genteng dan cladiing. Untuk paket putih terdiri paket rangka ditambah bata ringan, roster keramik, kloset+keran, jendela, pintu, instalasi listrik dan air. Sedangkan paket komplit terdiri dari paket putih ditambah plesteran dan aci serta pengecatan. Masing-masing paket menyediakan rumah dengan tipe 21, 29, 36, dan 45 dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 19 jutaan hingga RP 45 Jutaan.

Saat ini, Tatalogam lebih memfokuskan untuk melakukan penetrasi ke pasar terlebih dahulu supaya sistem ini bisa diadopsi oleh tukang-tukang bangunan. Pasalnya saat ini di anak perusahaan Tatalogam baru memiliki 10 tim untuk membangun rumah Domus ini.

Sejak awal diluncurkan rumah Domus ini, ditargetkan pada tahun pertama hanya 100 rumah namun peminatnya melebihi target hingga 800 rumah Domus yang dibangun di seluruh Indonesia. Melihat peminat yang tinggi, Tatalogam melakukan training mengenai pemasangan rumah ini kepada tukang bangunan sehingga mereka bisa memasang sendiri. Hal ini dilakukan untuk mengantisispasi permintaan yang tinggi. “Kami bisa bangunkan juga melalui anak perusahaan juga, secara volume kami punya keterbatasan tukang, makanya kami sharing sistem ini kepada masyarakat,” jelasnya.

Mengenai pemasaran, ia menjelaskan bahwa saat ini telah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pembangunan rumah sangat sederhana (RSS). Selain itu, kami juga bekerja sama dengan developer-developer untuk membangun rumah Domus. “Tahun 2017, sudah ada permintaan sekitar 5 ribu rumah yang kami targetkan akan dibangun sendiri,” jelasnya.

Rumah Domus ini, bisa dipasang melalui developer maupun oleh persatuan rumah, misalnya untuk membuat kontrakan, kosan yang membutuhkan pembangunan dengan cepat. Untuk memudahkan konsumen Tatalogam menyiapkan aplikasi yang bernama Simantap yang berfungsi untuk pemesanan pembangunan rumah Domus yang dikhususnya di wilayah Jabodetabek.

“Untuk pembangunan pribadi kami punya aplikasi Simantapp, orang bisa menghitung kebutuhannya dan mengestimasi setiap tipe rumah yang diinginkan,” ujarnya. (Red)

Photo credit : Mortgage


 

KBI Telegraf

close