Telegraf– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) resmi menjalin kerja sama pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah kota strategis di Indonesia.
Kolaborasi kedua BUMN tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, Jumat (22/5).
Kerja sama ini difokuskan pada pembangunan hunian vertikal yang terintegrasi langsung dengan moda transportasi publik seperti KRL Commuter Line, MRT, LRT, hingga Transjakarta.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan konsep TOD menjadi solusi penting bagi persoalan urbanisasi dan mahalnya biaya hidup masyarakat perkotaan, khususnya pekerja di Jakarta.
“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu konsep TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,” ujar Nixon.
Menurut Nixon, banyak pekerja yang tinggal jauh dari pusat kota harus mengeluarkan biaya transportasi hingga 20%–25% dari pendapatan bulanan mereka.
Karena itu, BTN menilai pembangunan hunian vertikal di pusat kota dapat menjadi solusi yang lebih efisien, terjangkau, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban.
Dalam proyek ini, kawasan Manggarai menjadi fokus utama pengembangan TOD. KAI menyiapkan lahan sekitar 62 hektare yang akan dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi yang mencakup hunian, pusat bisnis, area komersial, fasilitas olahraga, hingga kawasan hiburan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut proyek tersebut akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta.
“Yang ketiga, kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD,” kata Bobby.
Selain Jakarta, proyek hunian TOD juga akan dikembangkan di Bandung, Semarang, dan Surabaya melalui aset strategis milik KAI Properti.
Total potensi pengembangan mencapai lebih dari 5.400 unit hunian yang tersebar di kawasan Stasiun Manggarai, Kiaracondong, Dr Kariadi/Gergaji Semarang, hingga Stasiun Gubeng Surabaya.
Khusus tahap awal di Manggarai, proyek akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare dengan pembangunan tiga tower pertama. Pengembangan selanjutnya akan dilakukan di area tambahan sekitar 1,6 hektare untuk pembangunan delapan tower dengan total sekitar 5.000 unit.
Kawasan TOD Manggarai dinilai sangat strategis karena terhubung langsung dengan KRL Jabodetabek, kereta bandara, LRT, Transjakarta, hingga akses menuju MRT Jakarta serta pusat bisnis Sudirman, Thamrin, dan Kuningan.
Saat ini jumlah mobilitas pengguna transportasi di kawasan Manggarai mencapai sekitar 300 ribu orang per hari.
Hunian yang dikembangkan terdiri dari tipe dua kamar tidur dengan luas sekitar 45 hingga 54 meter persegi yang menyasar keluarga muda dan masyarakat urban produktif.
Harga unit diproyeksikan mulai sekitar Rp500 jutaan untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara unit non-subsidi dipasarkan mulai Rp700 jutaan hingga di atas Rp1 miliar.
Untuk mendukung keterjangkauan masyarakat, BTN menyediakan fasilitas KPR Rumah Susun FLPP dengan bunga tetap 6% per tahun dan tenor hingga 30 tahun.
Melalui skema tersebut, masyarakat dapat membeli hunian vertikal di pusat kota dengan uang muka mulai 1% dan estimasi cicilan sekitar Rp2,9 juta per bulan untuk unit seharga Rp500 juta.
“Hari ini banyak masyarakat tinggal di luar Jakarta karena harga rumah di pusat kota sulit dijangkau. Padahal biaya transportasi dan mobilitas setiap harinya juga sangat besar. Karena itu kami ingin menghadirkan alternatif hunian yang lebih dekat, lebih efisien, dan tetap terjangkau,” tutur Bobby.
BTN juga akan mendukung pembiayaan konstruksi proyek, fasilitas KPR, hingga pengelolaan demand pipeline management untuk pengembangan proyek TOD berikutnya di berbagai kawasan strategis milik KAI.
Saat ini BTN dan KAI mengaku telah mengantongi ribuan calon peminat awal untuk proyek TOD Manggarai yang akan diverifikasi secara bertahap.