Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pemerintah Harus Menjadikan Beras Sebagai Komoditi Khusus
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Pemerintah Harus Menjadikan Beras Sebagai Komoditi Khusus

Telegrafi Jumat, 23 Februari 2018 | 05:56 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Impor Beras Bulog di palbuhan. File/Dok/Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Chairul Hadi menegaskan bahwa kalau bicara ketahanan pangan adalah bagaimana kita membuat eksistensi bisnis petani dan beras seharusnya dijadikan komoditi khusus dan bukan komoditi bebas diperdagangkan.

Demikian ungkapnya saat diinterview usai acara diskusi “Peranan Mahasiswa Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan”, yang diselenggarakan oleh Aliansi BEM Se-Jakarta di Jakarta Pusat, Kamis (22/02/2018).

Menurut Chairul Hadi, harus ada langkah dalam mengorganisir petani padi secara profesional.

“Permendagri sudah ada yaitu mengenai BUMDES. Tinggal ini saja yang direalisasikan dan harus diinisiasi oleh Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Presiden Jokowi harus berperan dan memberi ultimatum terkait hal ini, harap Chairul Hadi.

“Ini harus dijadikan Crash Program dalam bentuk Inpres Pemberdayaan ekonomi rakyat desa. Untuk detilnya saya harus diskusi langsung dengan Presiden Jokowi,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama yang juga turut hadir sebagai narasumber, Jones Batara Manurung, Direktur Eksekutif Nasional Rumah Tani Indonesia memaparkan bahwa problematika pokok petani dan pertanian di Indonesia diantaranya adalah sempitnya rata-rata penguasaan lahan oleh petani, sehingga petani tidak dapat melakukan produksi pertanian secara maksimal.

Masalah ketersediaan dan keterjangkauan saprodi diantaranya seperti pupuk, bibit dan pestisida, akibat kebocoran dalam sistem distribusi yang menyulitkan petani untuk mendapatkan pupuk dengan mudah dan harga yang terjangkau. Juga masalah akses petani terhadap perbankan sebagai alternatif pembiayaan utama sangat rendah.

Baca Juga :  Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026

Direktur Strategi Indo Survey dan Strategi, Karyono Wibowo yang juga turut hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa ketahanan pangan ini menjadi masalah yang sangat penting di dalam mewujudkan kedaulatan negara. Karena kedaulatan negara tanpa kedaulatan pangan itu sama saja bukan sebagai negara yang berdaulat.

“Oleh karena itu sektor ketahanan pangan ini menjadi sangat penting sehingga diperlukan tata kelola pangan yang bisa menjamin terwujudnya ketahanan pangan,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Pemerintah diharapkan bisa jadikan beras sebagai komoditi khusus dan bukan sebagai komoditi yang bebas diperdagangkan. File/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit
Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo
Waktu Baca 12 Menit
Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan
Waktu Baca 4 Menit
Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global
Waktu Baca 9 Menit
Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative
Waktu Baca 3 Menit

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026

Waktu Baca 2 Menit

Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung

Waktu Baca 4 Menit

Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik

Waktu Baca 4 Menit

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?