Pasar dan Perkantoran Masuk 5 Besar Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta

“Yang perlu diwaspadai adalah, meskipun gejalanya ringan, pasien tadi (tanpa gejala) berpotensi menularkan sekitarnya. Kita tahu usia 20-50 adalah usia produktif yang bisa menularkan ke keluarganya, teman kantornya, maupun lingkungan lainnya,”

Pasar dan Perkantoran Masuk 5 Besar Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menuturkan, sampai saat ini sebanyak 440 karyawan dinyatakan terjangkit Covid-19. Data tersebut diambil sejak 4 Juni hingga 26 Juli 2020. “440 orang itu dari 68 klaster perkantoran yang kami cermati dan ini sudah kami lakukan kroscek identifikasi terhadap kantor-kantor tersebut,” jelas Widyastuti dalam webinar ‘Update Covid-19 di Jakarta’, Jakarta, Selasa (28/07/20).

Klaster perkantoran menyumbang 3,9% dari total seluruh kasus di Jakarta. Rumah sakit menjadi klaster tertinggi terhadap penularan covid-19 dengan sebanyak 46,2% atau 5.475 orang.

Dari data tersebut, klaster pasar dan perkantoran masuk 5 Besar tempat paling banyak ditemukan orang terpapar Covid-19. Namun, tetap didominasi oleh klaster Rumah Sakit, yakni sebanyak 5.475 pasien atau 46,2 persen.

“Sebanyak 46,2 persen (5.475 orang) berasal dari pasien yang datang ke rumah sakit. Artinya orang bergejala yang ke rumah sakit, kemudian yang diperiksa dan dinyatakan positif,” ujarnya.

Di urutan kedua, kata Widyastuti, ditempati oleh klaster komunitas, yakni pasien atau orang yang ditemukan positif Covid-19 karena didatangi dan diperiksa oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Dalam hal ini, tenaga kesehatan dari puskesmas secara aktif mencari dan menemukan orang yang terpapar Covid-19.

“Pasien yang dicari di komunitas oleh teman kami di Puskesmas ada 34,7 persen (4.120 orang). Kemudian yang lain-lain mulai dari pekerja migran Indonesia (PMI) atau warga Indonesia yang bekerja di luar negeri dan harus transit di Jakarta ada 6,3 persen (749 orang). Dari komunitas pasar 4,6 persen (547 orang), dan perkantoran 3,9 persen (440 orang),” jelasnya.

Lebih lanjut, Widyastuti mengingatkan bahwa 54 persen pasien yang ditemukan merupakan orang tanpa gejala (OTG). Menurut dia, hal ini harus diwaspadai karena mereka mempunyai potensi melakukan penularan terhadap orang terutama kepada mereka yang rentan, seperti orang tua yang berumur 60 tahun ke atas.

Baca Juga :   Wartawan Dilarang ke Istana Negara?

“Yang perlu diwaspadai adalah, meskipun gejalanya ringan, pasien tadi (tanpa gejala) berpotensi menularkan sekitarnya. Kita tahu usia 20-50 adalah usia produktif yang bisa menularkan ke keluarganya, teman kantornya, maupun lingkungan lainnya,” pungkasnya.

Berikut Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta:

1. Pasien di Rumah Sakit: 5.475 orang (46,2%)

2. Pasien di Komunitas: 4.120 orang (34,7%)

3. ABK/PMI (Pekerja Migran Indonesia): 749 orang (6,3%)

4. Pasar: 547 orang (4,6%)

5. Perkantoran: 440 orang (3,9%)

6. Pegawai Fasilitas Kesehatan: 350 orang (2,9%)

7. Kegiatan Keagamaan: 108 orang (0,9%)

8. Panti: 29 orang (0,2%)

9. Rutan: 20 orang (0,2%)

Total: 11.838 orang (100,0%)

Data dari 4 Juni hingga 26 Juli 2020


Photo Credit: Seorang pegawai ASN akan disemprot di dalam “ruang desinfeksi” di dekat pusat perbelanjaan Blok M Square di Jakarta Selatan pada 24 Maret. JG Foto/ Yudha Baskoro

Aris Maulana