Komentari Foto Rizieq, Boedi Djarot: Manusia Itu Menurut Saya Sampah!

"Ketika saya dimintai pendapat soal manusia yang ada di poster itu, itu sebenarnya pandangan pribadi saya. Bahwa saya anggap manusia yang ada di gambar itu, menurut saya sampah,"

Komentari Foto Rizieq, Boedi Djarot: Manusia Itu Menurut Saya Sampah!

Pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Boedi Djarot mengaku pernah menyebut Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab sebagai manusia sampah dalam aksi peringatan peristiwa 27 Juli (Kudatuli) di depan Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (27/07/20) lalu.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial video aksi pembakaran poster bergambar Rizieq Shihab oleh massa. Turut terlihat sosok Boedi memberi orasi yang menyebut Rizieq sebagai sampah.

Lebih lanjut, Boedi mengakui poster besar bergambar wajah Rizieq tersebut sengaja dibawa dan dibuat sendiri oleh massa sebagai atribut aksi.

Selain bergambar wajah Rizieq, poster itu juga bertuliskan ‘Saatnya Rakyat Lawan Khilafah’ di bagian tengah dan ‘Kawal Pancasila dan NKRI’ pada bagian bawah poster.

Boedi awalnya sudah memerintahkan massa aksi untuk meletakkan pelbagai spanduk yang dibawa di pagar Kompleks MPR/DPR.

“Saya nggak tahu siapa yang cabut dari pagar, namanya juga amarah, spanduk itu ada yang nyeret langsung ditaruh di lantai,” katanya.

“Saya nggak tahu. Waktu itu saya diam nonton. Jadi penonton saja,” imbuhnya.

Saat itu Boedi tengah berorasi soal Rizieq telah mengkhianati negeri dengan tidak menerima kemenangan Joko Widodo di pilpres. Kemudian massa aksi melempari poster Rizieq dengan kotoran. Lalu mereka berusaha menyobek dan membakarnya.

“Jadi siapapun yang bikin tolong ditaruh di atas, di pagar DPR yang dijaga oleh polisi. Artinya kalau dijaga polisi aman, nggak bisa diambil oleh siapapun,” terangnya.

Boedi lantas menjelaskan alasannya menyebut Rizieq sebagai manusia sampah. Pertama, Rizieq diklaimnya ingin menjatuhkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang sah dipilih oleh rakyat.

“Ketika saya dimintai pendapat soal manusia yang ada di poster itu, itu sebenarnya pandangan pribadi saya. Bahwa saya anggap manusia yang ada di gambar itu, menurut saya sampah,” kata Boedi seperti dilansir  CNNIndonesia, Rabu (29/07/20).

Kedua, Boedi menyebut Rizieq memiliki keinginan membubarkan sebuah partai politik terbesar di Indonesia saat ini. Meski demikian, Boedi tak menjelaskan partai apa yang ia maksud.

“Padahal itu partainya legal secara hukum,” tegasnya.

Ia juga menyebut Rizieq kerap kali menghina simbol negara dan tokoh bangsa yang terhormat di Indonesia. Mulai dari menghina Pancasila, Presiden pertama RI, Sukarno hingga Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur.

Baca Juga :   Kasus Djoko Tjandra, Mahfud: Tamparan Keras Bagi Para Penegak Hukum

“Kemudian dia juga memelintir Pancasila. Segala macam direndahkan. Dan menurut saya, manusia itu sampah,” tegas Boedi.

Selain itu, Boedi menegaskan tak pernah berfikir untuk membenci dan merusak apapun. Dalih Boedi, pembakaran poster Rizieq dalam aksi peringatan Kudatuli di Kompleks MPR/DPR, 27 Juli lalu sekadar pelampiasan amarah massa aksi.

“Karena kami lihat beberapa waktu lalu ada bendera merah putih dirobek dan dijatuhkan dari jembatan. pembakaran bendera partai, segala macam yang mereka nilai itu menginjak-injak demokrasi Indonesia,” terangnya.

Sementara itu sejumlah ormas Islam antara lain Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan GNPF Ulama akan menempuh jalur hukum terhadap aksi pembakaran poster Rizieq Shihab tersebut.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya akan mengedepankan proses hukum dalam menyikapi aksi yang diduga dipimpin pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Boedi Djarot.

“Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di depan gedung DPR/MPR RI. FPI, GNPF Ulama, dan PA 212 akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian,” katanya, lewat keterangan tertulis, Rabu (29/07/20).


PhotoCredit: Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (kanan) memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (3/11). Rizieq Shihab diperiksa sebagai saksi ahli agama dari pihak pelapor yaitu FPI DKI Jakarta terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

A. Chandra S.