Djarot dan Ribuan Warga Jawa Nonton Wayang di TMII

Djarot dan Ribuan Warga Jawa Nonton Wayang di TMII

“Jadi ini kan budaya yang bagus ya bahwa orang Jawa itu punya tanggung jawab untuk melestarikan dan mengembangkan budaya, terutama wayang kulit. Dan ini masuk heritage UNESCO, jadi ya harus, kewajiban (dilestarikan),”

Djarot dan Ribuan Warga Jawa Nonton Wayang di TMII
Telegraf, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat membaur ditengah-tengah ratusan warga asal Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Yogyakarta yang tinggal di Jakarta, nonton bareng pertunjukan wayang kulit di Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Sabtu malam (15/10/2016)

Ratusan warga tampak sangat antusias menyambut kedatangan mantan Walikota Blitar yang dikenal sangat dekat dengan kalangan warga Jawa di Jakarta ini.

Malam itu Warga asal Jawa di ibukota menggelar acara silaturahmi dan Suronan atau Muharaman dengan menghadirkan dalang kondang asal Jawa Tengah Ki Tantut, putra dari dalang legendaris almarhum Ki Narto Sabdo. Pagelarang wayang juga dimeriahkan bintang tamu Yati Pesek dan Yoko Ono.

Dalam kesempatan tersebut Djarot menyampaikan sebagai salah satu budaya yang digunakan sebagai syiar agama Islam, wayang kulit sangat perlu dilestarikan karena mengandung banyak pesan moral. Wayang kulit, merupakan salah satu seni budaya yang diciptakan Sunan Kalijogo sebagai

Sebagai orang Jawa, Djarot Saiful Hidayat memang sejak muda sangat menggemari menonton kesenian tradisional asli Indonesia ini.

Menurut Djarot, pagelaran wayang kulit merupakan kebudayaan yang harus selalu dilestarikan, terutama oleh orang Jawa. Apalagi Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah mengakui wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

“Jadi ini kan budaya yang bagus ya bahwa orang Jawa itu punya tanggung jawab untuk melestarikan dan mengembangkan budaya, terutama wayang kulit. Dan ini masuk heritage UNESCO, jadi ya harus, kewajiban (dilestarikan),” ujarnya.

Wayang kulit merupakan seni budaya bangsa yang kaya akan pesan moral. Pementasan-pementasan wayang kulit pada akhirnya tidak hanya sekadar upaya mengingatkan dan melestarikan kebudayaan. Tapi juga merupakan upaya membangun kepribadian bangsa Indonesia yang adi luhung. (red)
 
Foto : Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. | Telegraf Photo/Doni
KBI Telegraf

close