Bintan Festival Tidak Mengarah pada Prostitusi, Panitia Comply Perda

Bintan Festival Tidak Mengarah pada Prostitusi, Panitia Comply Perda

Telegraf, Jakarta – Perusahaan pengembang tetap comply dengan peraturan daerah (Perda) dan juga menyesuaikan budaya masyarakat Melayu untuk gelar keramaian yakni konser music dan lomba lari keluarga. Dua event digelar berbarengan dalam satu acara yakni Bintan Festival. “Setiap event dan keramaian di Bintan tidak mengarah pada hal-hal gemerlapnya dunia malam termasuk prostitusi. Kami patuh, karena pemerintah (kabupaten) Bintan tidak mengizinkan (hiburan) kehidupan malam seperti di Batam,” project director Bintan Festival Jourena Juliet mengatakan kepada Telegraf.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hiburan malam di Batam sudah berlangsung lama. Bahkan ada satu lokasi yang diberi nama Kampung Bule di kawasan bisnis Nagoya. Cewek-cewek seksi tampil pada “aquarium” terbuka, tepatnya di teras gedung bar, pub, café, diskotik dan lain sebagainya. Blok rumah-rumah toko tiga sampai empat lantai di Kampung Bule hanya ramai pada malam hari. Para cewek seksi menjajakan diri untuk para wisatawan baik dalam dan luar negeri. “Bintan jauh berbeda dengan Batam, walaupun berada dalam satu provinsi. Di Bintan, jam sembilan malam, (suasananya) sudah sepi. Kalaupun ada, hanya (keramaian) di coffee shop. Tetapi tidak ada ‘aquarium’ (penampilan cewek-cewek seksi yang menjajakan diri). Budaya masyarakat Melayu baik dulu dan sekarang tetap mengedepankan suasana Islami.”

Bintan Festival juga merupakan bagian dari kegiatan promosi beberapa proyek property milik Stareast Sejahtera Group. Perusahaan sedang menggarap tiga proyek besar, dengan nilai investasi sekitar Rp 700 milyar. Ketiga proyek tersebut adalah hotel dan kondotel The Grand Lagoi di bawah manajemen Swiss-belhotel International, kondotel dan serviced apartment Quincy Heritage, dan Bintan Market Place. Seluruhnya berada di kawasan Bintan Resort. Kepri, khususnya Pulau Bintan dianggap menjanjikan, terutama untuk pengembangan wisata bahari. “Bintan adalah salah satu pulau terbesar di Kepri, dan jendela Indonesia untuk internasional. Karena Bintan sampai ke Singapura, Malaysia hanya 30 – 40 menit dengan ferry. 80 persen wilayah Bintan adalah perairan dengan keindahan pantai yang masih ‘perawan’ dan alami.”

Panitia Bintan Festival gelar event Moonrun & Soundscape pada Desember mendatang. Selain mendatangkan group music ternama, yakni Noah, para wisatawan juga bisa ikut acara lari keluarga. Untuk menciptakan suasana berolahraga lari yang berbeda, Moonrun rencananya dimulai pukul 7 malam. “Prediksi, (Moonrun) selesai jam satu dini hari. Untuk yang suka music, pengunjung bisa menikmati penampilan Noah, DJ Winky, the Angels Percussion dan musisi asal Rusia, (yakni) Don’t Ask me Why. Konser tersebut dengan tema Soundscape bisa ‘nyambung’ (kombinasi) dengan lari keluarga. Mungkin, suasana (konser music) ada ‘doping’ sedikit dengan wine. Kami juga persiapkan suasana Evening Coffee dari Denise Chariesta (Jakarta). Selama ini, D.C. (Denise Chariesta) Coffee juga sudah dikenal, branded di kalangan atas seperti Komunitas Lamborghini (mobil mewah).”

Baca Juga :   Mau Lakukan Perjalanan Pada 21-25 Juli, Ini Syaratnya

Panitia tidak menyangka bisa undang Noah pada Soundscape. Belajar dari pengalaman sebelumnya, yakni konser music di Batam (thn 2012). Panitia sempat diminta untuk gelar acara yang sama, yakni konser Noah di Bintan. Konser Noah tahun 2012 yang lalu juga digelar indoor (tertutup). Sehingga kali ini, pada Bintan Festival, konser digelar outdoor (terbuka). Panitia mendengar langsung permintaan dari kalangan bawah, seperti polisi lalu lintas, tukang ojek di Batam. Mereka mendapuk panitia untuk undang Ariel (Noah) di Bintan. “Saya akhirnya tergerak untuk observasi bagaimana bisa gelar acara yang sama di Bintan. Karena di Batam, responsnya lumayan tinggi. Noah bisa masuk segala usia, dan Ariel kan ibaratnya ‘the Legend’. Sehingga kami yakin, Bintan Festival bisa mendatangkan banyak wisatawan. Karena Ariel juga sudah beberapa kali konser, dan dikenal penggemarnya di Singapura, Malaysia.” (S.Liu)

Atti K.

close