Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca BSN Kini Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua di Indonesia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

BSN Kini Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua di Indonesia

Atti K. Selasa, 18 November 2025 | 11:12 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Direktur Utama Bank Syariah Nasional atau BSN Alex Sofjan Noor bersama Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto dan Komisaris Utama BSN Bahrullah Akbar melakukan ceremony peluncuran logo dan nama Bank Syariah Nasional di Jakarta, Kamis (02/10). FILE/IST. Photo
Bagikan

Telegraf — Langkah strategis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam memperkuat struktur bisnis syariahnya memasuki tahap krusial. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN secara resmi menyetujui pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) BTN ke PT Bank Syariah Nasional (BSN). Keputusan tersebut sekaligus mengalihkan seluruh aset, hak, dan kewajiban UUS BTN kepada BSN.

Aksi korporasi ini juga menandai terjadinya penggabungan antara UUS BTN dan Bank Victoria Syariah ke dalam BSN. Hasil konsolidasi tersebut menempatkan BSN sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua nasional, dengan total aset mencapai Rp70 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa UUS BTN telah memenuhi batas persyaratan pemisahan sebagaimana diatur dalam Pasal 59 POJK 12/2023 sejak akhir 2023. Berdasarkan laporan keuangan 2023 yang telah diaudit, aset UUS BTN menembus Rp54,3 triliun. “Dengan demikian, BTN sebagai bank induk wajib melakukan pemisahan UUS sesuai ketentuan regulator,” ujar Nixon.

Nixon menegaskan, pemisahan UUS merupakan langkah strategis untuk menangkap peluang tumbuhnya ekonomi dan industri keuangan syariah. BTN melihat spin-off sebagai cara memperkuat peran dalam ekosistem perbankan nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dan industri.

Ia menambahkan, iklim regulasi yang semakin mendukung juga menjadi pendorong kuat. “POJK 16/2022 membuka jalan transformasi UUS menjadi bank syariah penuh. Setelah spin-off, sinergi antara induk dan anak usaha akan semakin kuat dan operasional akan lebih efisien,” katanya.

Kebijakan spin-off ini juga selaras dengan arah pembangunan industri syariah dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah (RP3SI) 2023–2027. Roadmap tersebut mendorong konsolidasi UUS, pembentukan KPKS, penyempurnaan pedoman produk, perluasan akses layanan syariah, serta dukungan pembiayaan bagi UMK yang belum terlayani perbankan.

Baca Juga :  Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda

Selama lima tahun terakhir, kinerja UUS BTN menunjukkan tren positif. Secara CAGR 2020–2024, aset tumbuh 16,36%, pembiayaan meningkat 15,04%, dan dana pihak ketiga naik 20,12%. Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga makin signifikan, naik dari 9,14% pada 2020 menjadi 12,90% pada 2024.
Dengan jaringan luas yang mencakup 35 Kantor Cabang Syariah, 76 KCPS, dan 589 Kantor Layanan Syariah, serta infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, UUS BTN dinilai siap menjadi entitas BUS mandiri.

“Tren pertumbuhan ini membuktikan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri,” imbuh Nixon.

Setelah dialihkan, aset dan kewajiban UUS BTN akan diproses dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025. Dengan finalisasi penggabungan bersama Bank Victoria Syariah, total aset BSN akan mencapai Rp71,3 triliun. Status itu menempatkan BSN sebagai pemain utama baru di industri perbankan syariah nasional.
BTN juga menyiapkan Group Principle Guideline (GPG) untuk memastikan tata kelola, standardisasi, dan sinergi bisnis antara induk dan BSN berjalan optimal pasca spin-off.

BSN akan menjalankan Corporate Plan 2025–2029 yang berfokus pada penguatan pembiayaan syariah berkelanjutan, penurunan NPF, peningkatan dana murah berbasis digital, optimalisasi fee-based income, serta perluasan pembiayaan rumah bagi MBR dan generasi muda.

“Sinergi antara BTN dan BSN diharapkan menciptakan pertumbuhan yang seimbang antara bisnis konvensional dan syariah, sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai grup perbankan yang inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan,” tutur Nixon.

Dengan disetujuinya spin-off ini, BTN menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri perbankan syariah dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Seluruh hak dan kewajiban UUS BTN akan beralih penuh ke BSN pada tanggal efektif pemisahan yang segera diumumkan.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda
Waktu Baca 3 Menit
Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit

Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo

Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?