Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Calon Tunggal Pilkada Mamasa Hanya Membungkam Demokrasi, Rakyat Harus Melawan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Calon Tunggal Pilkada Mamasa Hanya Membungkam Demokrasi, Rakyat Harus Melawan

Edo W. Senin, 5 Februari 2018 | 18:47 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Tokoh pemuda Mamasa Urbanisasi mengajak masyarakat Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menolak calon tunggal Bupati daerah tersebut. Pilkada yang hanya diikuti calon tunggal akan memunculkan kekuasaan tanpa kontrol dan membungkam kehidupan demokrasi di daerah yang kaya akan sumber daya alam ini.

Untuk itu Urbanisasi bersama sembilan tokoh Kabupaten Mamasa berjuang menggalang warga Mamasa untuk kompak dan sadar memilih kotak kosong daripada memilih calon tunggal namun lima tahun ke depan akan merugi.

“Ayo rakyat Mamasa tunjukkan bahwa kita tidak mudah dikalahkan oleh politik uang, jangan sampai demokrasi dibungkam oleh kekuasaan, caranya kita pilih kotak kosong agar dalam pemilihan berikutnya ada demokrasi dan kesempatan bagi calon lain untuk bertanding secara sehat,” ujar putra daerah asli asal Kampung Mamasa yang kini tinggal di Jakarta ini, Senin (05/02/2018)

Pemilihan Kepala Daerah di Mamasa 2018 yang hanya diikuti satu calon dikhawatirkan Urbanisasi hanya akan memunculkan seorang kepala daerah yang tidak demokratis dan membuat keadilan distributif.

“Akibatnya rakyat Mamasa tidak punya pilihan. Ini sangat merusak proses demokratisasi di Mamasa, kemakmuran hanya dirasakan oleh segelintir kelompok tertentu dan tidak adil, yang ada hanya keadilan distributif bukan keadilan komulatif,” paparnya.

Urbanisasi yang merupakan salah satu anggota Tim Sembilan tokoh Mamasa yang menolak calon tunggal dan mendukung kotak kosong yang menang merasa ikut prihatin dengan kondisi pemilihan kepala daerah di kampung halamannya.

Sebagai tokoh yang sangat peduli dengan kemajuan pembangunan Kabupaten Mamasa, Urbanisasi merasa daerahnya akan maju jika terjadi perubahan. Urbanisasi merasa tidak punya kepentingan apapun dengan gerakannya menggalang rakyat Mamasa agar memilih kotak kosong.

“Saya tidak punya ambisi apapun, apalagi ambisi jabatan dengan perhelatan Pilkada di Mamasa, tapi saya ingin kampung halaman saya berubah dan maju, pak Bupati yang sekarang mencalonkan maju sebagai petahana saya juga kenal, tapi saya berharap ada perubahan di Mamasa,” ujarnya.

Munculnya calon tunggal di Pemilihan Bupati Mamasa 2018, menurut Urban menunjukan mundurnya demokrasi lokal. “Demokrasi Lokal sejatinya menyuguhkan banyaknya calon alternatif yang mampu bersaing dalam pertarungan pemilihan kepala daerah. Namun pada kenyataannya realitas politik daerah masih banyak Partai Politik yang terjebak mengusung calon tunggal,” papar Urban dengan nada prihatin.

Urbanisasi mensinyalir ada sejumlah penyebab yang melatarbelakangi munculnya calon tunggal dalam pilkada Mamasa.

“Pada kenyataannya, partai politik sering mengabaikan ideologi dan platform partai sehingga sikap partai politik yang dominan adalah transaksional dan pragmatis dalam memilih calon kepala daerah. Pragmatisme partai pada akhirnya menutup peluang munculnya calon alternatif yang memiliki integritas yang baik, kejujuran dan dicintai rakyat,” kata Urbanisasi yang juga dosen Universitas Tarumanegara ini.

Partai Politik menurut Urbanisasi lebih memilih calon yang memiliki kesiapan logistik kampanye meskipun terkadang harus mengindahkan faktor kapasitas dan integritas calon. “Yang penting calon memiliki banyak uang dan siap untuk mengucurkan sejumlah dana kampanye yang diminta Partai Politik, ini kan mematikan demokrasi,” ujar Doktor Hukum jebolan Universitas Hasanudin ini.

Semua itu lanjut Urbanisasi akibat biaya Pilkada yang tergolong mahal. “Adanya uang mahar atau uang perahu yang ditetapkan oleh partai politik yang dibebankan kepada calon kepala daerah sebagai syarat dukungan mendorong calon kepala daerah untuk berpikir dua kali untuk maju di pilkada, akibatnya muncul calon tunggal dan fenomena ini sama saja demokrasi telah mati,” katanya.

Rakyat yang pro perubahan, lanjut Urbanisasi harus berjuang untuk menolak praktek semacam ini. Karena hanya akan merugikan Mamasa untuk kesejahteraan rakyat ke depannya. Karena jika rakyat mendukung calon tunggal maka pemerintahan Mamasa kedepan hanya akan dikendalikan kekuasaan dan uang dan akan merugikan rakyat yang membutuhkan keadilan dan kesejahteraan.

“Makanya sebelum Mamasa lebih buruk lagi mulai sekarang bersiaplah untuk memilih kotak kosong agar Pilkada diulang kembali dan menampilkan dua sosok yang membuat rakyat punya pilihan alternatif,” kata pria asal Mamasa yang berprofesi sebagai pengacara sukses di Jakarta ini. (Red)


Photo Credit : Tokoh pemuda Mamasa Urbanisasi mengajak masyarakat Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menolak calon tunggal Bupati daerah tersebut. Pilkada yang hanya diikuti calon tunggal akan memunculkan kekuasaan tanpa kontrol dan membungkam kehidupan demokrasi. Dok/Ist. Photo


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?