Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca DPR Akan Tanya Panglima TNI Kenapa Kisruh Heli AW 101 Rame ke Publik
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

DPR Akan Tanya Panglima TNI Kenapa Kisruh Heli AW 101 Rame ke Publik

Edo W. Selasa, 22 Agustus 2017 | 23:55 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Ist. Photo
Bagikan

Telegraf, Jakarta, – Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Pur) Supiadin Aries Saputra berjanji akan menanyakan ke Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Pertahanan Jenderal Purn TNI Ryamizard Ryacudu kenapa kisruh pembelian Helikopter AgustaWestland AW 101 bisa sampai ramai dan mencuat ke publik.

“Itu akan saya tanyakan pada saat nanti kita Rapat Dengar pendapat, kenapa kasus ini bisa sampai keluar, kenapa tidak dibicarakan terlebih dulu ke dalam, kan bisa masing-masing pihak saling bertemu,” ujar Supiadin.

Janji Supiadin ini menjawab pertanyaan peserta diskusi yang diselenggarakan Forum Legislasi tentang “RUU Pengelolaan Sumber Daya Nasional Pertahanan Negara” di Media Center Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.Selasa (22/8/2017).

Pahrozi, salah satu peserta diskusi menanyakan kenapa dalam kasus Heli AW 101 tidak ada persamaan pandangan antara Panglima TNI dengan Menteri Pertahanan. Seharusnya kedua petinggi pertahanan Negara itu satu kata dalam menyikapi kasus ini.

“Sebagai rakyat kami jadi bingung, yang benar yang mana, kalau pimpinan militer saja tidak kompak bagaimana akan menjaga pertahanan Negara kita, kami harap komisi I bisa mempertemukan keduanya agar menyelesaikan persoalan ini secara internal,” ujar Pahrozi.

Supiadin mengatakan, kalau secara prosedural pembelian Heli AW 101 sudah benar. Karena prosedur pengadaan alutsista di TNI itu sangat ketat dan panjang. Dan setiap alat yang dibeli TNI sekecil apapun harus diketahui pimpinan.

“Ya itu lah, kita akan tanyakan kepada Panglima (Gatot Nurmantyo) kenapa kerugian negara, karena secara prosedur tidak ada masalah, kalau prosedur tidak dijalani tidak mungkin pesawat itu sampai ke sini. Jadi prosedurnya sudah benar,” kata Supiadin.

Supiadin justru meminta pengadaan alutsista yang menyangkut rahasia negara harus diselesaikan dengan cara internal jangan mengumbar kasusnya ke publik. Implikasinya nanti akan berdampak pada pengadaan alutsista lainnya.

Sehingga, lanjut Supiadin, jika ditemukan adanya kerugian negara, seharusnya diserahkan kepada atasan di matra atau angkatan dulu, jangan langsung mempublikasikan bahwa ada kerugian negara dalam pengadaan Helikopter Agusta Westland (AW) 101 itu.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Politisi Partai Nasdem ini menilai kasus dugaan korupsi Helikopter Agusta Westland (AW) 101 penuh kejanggalan.

Pasalnya, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) belum menemukan adanya kerugian negara, seperti yang disangkakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Menurut Supiadin, kebijakan pengguna anggaran ada di tangan Menteri Pertahanan. Posisi Panglima TNI dan kepala staf sama sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. Sehingga penggunaan anggaran itu sama, tapi dalam pengusulan Alutsita ada pada masing-masing angkatan.

“Tapi pengusulan itu harus di bawah pengawasan panitia, pengusul dan pengadaan yang di bawah oleh Panglima TNI dan Menhan, jadi seharusnya panglima TNI sudah tahu, tidak ada pengajuan Alutsita tiba-tiba datang ke sini Mabes TNI tidak tahu itu tidak masuk akal,” tandasnya.

Ditempat yang sama, pengamat militer Universitas Indonesia Dr Connie Rahakundini Bakrie meminta agar Panglima TNI menghentikan kasus Heli AW 101.

“Kasus Heli AW kalau diteruskan akan banyak membawa banyak masalah, ini ada masalah persaingan industry pertahanan,” kata Connie.

Connie sangat mempercayai TNI AU lebih tahu kebutuhan Heli yang harus digunakan untuk Heli angkut mulai dari spesifikasi, peralatan dan kelebihannya.

Heli AW 101 ini, lanjut Connie lebih besar 77 persen disbanding ECougar 725 produksi Airbus dan PT Dirgantara.

“Saya sudah membuat laporan ke Presiden tertanggal 16 Februari 2016,” kata Connie.

Dalam laporannya Connie mengaku memberikan saran kepada Presiden tentang bagaimana mencapai visi negara Poros maritim dunia.

“Ada dua hal penting, bagaimana pembangunan proses kekuatan, proyeksinya, bagaimana masalah industri pertahanan karena jika hal itu yang dilakukan presiden terwujudnya kemandirian profesionalisme TNI,” paparnya. (Tim)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?