Pemerintah Anggarkan 5,5 Triliun Untuk Bibit Unggul

"MPPI akan mengkonsolidasi seluruh potensi, ada profesional ada pelaku dan niat kami adalah bagaimana memberikan kontribusi yang besar, kontribusi yang positif yang dicapai oleh kementrian pertanian khususnya menuju swasembada pangan yang tahun 245 akan menjadi dapur dunia,"

Pemerintah Anggarkan 5,5 Triliun Untuk Bibit Unggul


Telegraf, Jakarta – Untuk mewujudkan swasembada pangan pemerintah bekerja sama dengan Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI) wujudkan kemandirian benih unggul dengan sediakan dana sebesar 5,5 triliun, “Tahun depan, anggaran Rp5,5 triliun untuk bibit dan benih,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman seusai pelantikan pengurus MPPI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Amran menjelaskan untuk tahun ini dana tersedia sebesar 2,4 triliun untuk bibit dan benih unggul agar hasil dari panen para petani lebih bagus. Amran mencontohkan jika pemilihan bibit yang tidak bagus itu akan menyesal setelah penanaman seperti untuk perkebunan penyesalan itu akan berasa sekita 7 tahun mendatang dan untuk sawit sekitar 4 tahun sementara untuk tanaman pangan butuh waktu 2-3 bulan penyesalan itu datang.

Selain itu pemilihan bibit unggul atau benih berkualitas dan sertifikasi merupakan keharusan yang mana hal tersebut akan mempengaruhi nilai tambah akan menambah kontribusi peningkatan pendapatan pelakunya. Saat ini menurut Amran penyerapan subsidi benih sudah mencapai 60 persen.

Ditemui dalam kesempatan yang sama Ketua Umum MPPI Herman Khaeron mengatakan akan mendukung sepenuhnya program pemerintah melalui Kementrian Pertanian (Kementan) dengan mengkonsolidasi seluruh potensi seperti profesional dan para pelaku agar dapat memeberikan kontribusi yang besar menuju swasembada pangan dan hingga sampai 2045 menjadi dapur dunia.

“MPPI akan mengkonsolidasi seluruh potensi, ada profesional ada pelaku dan niat kami adalah bagaimana memberikan kontribusi yang besar, kontribusi yang positif yang dicapai oleh kementrian pertanian khususnya menuju swasembada pangan yang tahun 245 akan menjadi dapur dunia,” tutur Herman.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

Herman menerangkan saat ini didaerah Jawa sedang diserang hawa wereng, MPPI meminta Kementan menghasilkan dan menyediakan varietas unggul yang lebih tahan terhadap wereng atau beradaptasi terhadap wereng dengan paling mungkin memperkuat batang pohon karena wereng itu menyerang dari batangnya.

Herman mencontohkan kalo untuk menghilangkan itu dengan cara konvensional yaitu menyemprotkan pestisida, “mungkin kalau menghilangkan werengnya memang metode konvensional dengan pestisida dan sebagainya yang paling memungkinkan memperkuat terhadap batang pohon,” tuturnya. (Red)

Photo Credit : Kementan


KBI Telegraf

close