Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Untuk Kembangkan Potensi Lobster Dan Wisata di Lombok Timur, Kurtubi: Perlu Moda Transportasi Udara
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Untuk Kembangkan Potensi Lobster Dan Wisata di Lombok Timur, Kurtubi: Perlu Moda Transportasi Udara

Atti K. Minggu, 31 Desember 2017 | 07:09 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Lombok Timur – Telong Elong merupakan Desa di Jerowaru, yang merupakan sebuah kecamatan yang terletak di ujung selatan Lombok Timur. Jerowaru juga dikenal dengan sebutan “Sekaroh” karena potensinya dalam pengembangan budidaya perikanan laut, salah satunya adalah lobster.

Setelah beberapa waktu lalu sempat mengadakan pelatihan tentang budidaya lobster bekerja sama dengan BBIL (Balai Bio Industri Laut), LIPI di Lombok Utara dengan Kementerian Ristek Dikti RI, dimana para pesertanya adalag para nelayan Telong Elong, tanggal 26 Desember 2017 ini Anggota DPR RI, Kurtubi mengunjungi Desa Telong Elong tersebut. Politisi NasDem ini menyaksikan secara langsung bagaimana proses pembesaran lobster hasil tangkapan laut dilakukan oleh para nelayan.

Para nelayan umumnya sudah mampu melakukan pembesaran dengan baik, teknologi sederhana mengenai treatment air untuk mengkondisikan air tetap terjaga kualitasnya telah dilakukan nelayan, demikian juga dengan perlakukan karantina pada lobster yang baru datang agar bisa adaptasi dan meminimalisir penularan penyakitpun telah dilakukan, sayangnya para nelayan belum mampu mengatasi jika lobster terkena ”penyakit susu” yaitu warna putih pada permukaan perut lobster yang bisa menyebabkan lobster mati dengan penularan yang cepat.

Menanggapi permasalahan penyakit ini, Kurtubi telah menyampaikan agar LIPI sebagai lembaga riset Pemerintah segera melakukan penelitian dan mendesiminasikan penelitiannya ke masyarakat nelayan.

Selain itu nelayan juga mengeluhkan tentang keterbatasan nelayan dalam hal pemasaran lobster, karena keterbatasan packaging dan transportasi maka nelayan lebih memilih menjual tangkapan ke pedagang yang lebih besar dengan resiko harga yang lebih murah, sehingga para nelayan berharap ada uluran Pemerintah untuk membantunya dalam pembinaan dan pemasaran. Selama ini nelayan mendistribusikan hasil tangkapan laut dengan jalur darat dan laut, hal ini dinilai sangat tidak efisien karena memerlukan waktu yang lama dengan resiko rusaknya lobster atau mati.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

“Kami berharap agar pemerintah bisa menghidupkan Bandara Rambang di Desa Surabaya Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, agar distribusi komoditas lobster ke luar daerah bisa lebih cepat dan efisien”.

Bandara Rambang merupakan bandara pertama yang dimiliki Lombok yang dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1936. Bandara ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kecamatan Labuhan Haji yang juga sebagian besarnya adalah nelayan serta berbatasan langsung dengan Desa Pijot Kecamatan Keruak. Para Nelayan berharap akan ada pesawat kecil jenis twin otter yang bisa beroperasi melayani penerbangan Lombok Timur ke Denpasar, maka komoditas lobster bisa cepat dieksport ke berbagai negara tujuan seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan Korea melalui Denpasar.

Menanggapi aspirasi nelayan tersebut, Anggota Kopmisi VII DPR RI menyatakan bahwa Sebagai kawasan dengan potensi lobster yang luar biasa Telong Elong dan Kawasan Jerowaru ini harus dikembangkan, tidak saja dari sisi komoditas lobsternya saja tetapi dari sisi keindahan alamnya juga menyimpan sejuta pesona pariwisata yang eksotis (Pantai Surga, Sungkun, Kaliantan, Cemara, Gili Sunut dan Tanjung Ringgit adalah tempat-tempat yang senantiasa dikagumi oleh siapapun yang memandang).

“Oleh sebab itu jika bandara Rambang bisa dihidupkan kembali dan ada pesawat twin otter yang beroperasi disana maka tidak saja mempercepat distribusi lobster siap konsumsi untuk dieksport tetapi juga akan berdampak pada meningkatnya arus wisatawan masuk dan menghabiskan uangnya di Lombok Timur ini”, pungkasnya. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?