Tjahjo Kumolo: “Pejabat Harus Menjadi Contoh Cegah Narkoba”

Tjahjo Kumolo: “Pejabat Harus Menjadi Contoh Cegah Narkoba”

Telegraf, Jakarta – “Silahkan BNN melakukan tes urin sampai dengan rambut bagi seluruh aparat pemerintah pusat dan daerah khususnya yang telah diamati atau terdeteksi oleh BNN,” pesan Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri kepada tim penulis buku konvergensi biograpy sang menteri.

Kemendagri pada prinsipnya mempersilahkan secara terbuka dan tidak ada intervensi kalau pihak BNN akan melakukan tes urine darah maupun rambut kepada aparatur pejabat daerah maupun aparat daerah, mulai provinsi sampai kota atau kabupaten sebagaimana yang telah diidentifikasi atau dicermati oleh intelijen BNN.

“Mendagri akan memberikan sanksi berat terhadap pejabat dan aparat pemerintah baik pusat maupun daerah yang diindikasikan terlibat narkoba, dan yang terbukti langsung diberhentikan dengan tidak hormat,” ujar Tjahjo Kumolo kepada S.S Budi Rahardjo ketua tim penulis “Konvergensi Biography” cetak, video dan online sang menteri di ruangan kerja menteri pada 14/09/2016.

Mendagri pun meminta kepada gubernur, bupati atau walikota untuk terbuka apabila sewaktu-waktu pihak BNN pusat maupun daerah secara mendadak meminta dilaksanakan tes urin, darah atau rambut kepada seluruh aparat pemda sampai desa.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, MOU kerjasama siap ditandatangani antara Kepala Badan Narkotika Komjen Budi Waseso dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang juga hobi mengoleksi ragam keris ini.

“Insya Allah, minggu depan kita tindak lanjuti,” ujar Ali Johardi, Deputi Cegah BNN Pusat yang kini menyandang jenderal bintang dua, ketika dikonfirmasi apakah sedang menyiapkan kerja sama (MOU) dengan Kementerian Dalam Negeri.

Intinya, Ali Johardi menjelaskan, sinergitas sudah pasti diperlukan mengingat masalah narkoba juga merupakan masalah masyarakat dan pejabat kita. Apalagi kegiatan pemberantasan narkoba melibatkan tiga hal penting, yaitu mulai dari pencegahan, pemberantasan dan pemberdayaan masyarakat.

Lebih jauh Ali Johardi mengatakan, sinergi ketiga hal itu mutlak diperlukan mengingat wilayah Indonesia bukan lagi sebagai zona transit bagi peredaran narkoba internasional tetapi sudah sebagai wilayah produsen narkoba.

 

Foto : S.S Budi Rahardjo ketua tim penulis buku Konvergensi Biograpy Sang Menteri bersama Tjahjo Kumolo.

Tanggapi Artikel