Sampah di Dalam Siklus Kebutuhan dan Masalah

Sampah di Dalam Siklus Kebutuhan dan Masalah

Telefoto – Sampah merupakan suatu material yang dekat dengan kehidupan masyarakat, dan kini keberadaannya kerap menjadi masalah. Setelah berakhirnya proses pemakaian suatu produk, tentunya sebagian besar penduduk kota akan membuang bagian yang tidak berguna. Namun tindakan yang dilakukan untuk membuang sampah seringkali membawa masalah baru bagi lingkungan.

Hingga saat ini sebagian besar masyarakat memperlakukan sampah dengan cara dicampur dan dibungkus. Bungkusan sampah tersebut dibuang kemudian dikumpulkan oleh petugas kebersihan dan dibawa ke tempat penampungan akhir. Dan akhirnya dibiarkan menggunung.

Gunungan sampah tersebut semakin lama semakin tinggi dan semakin luas. Menjadi sebuah fenomena yang kian mengkhawatirkan namun tidak dipedulikan. Padahal jika dikelola dengan benar sampah bisa didaur ulangyang bernilai.

Menurut sistem pengelolaan sampah dinas kebersihan dan pertamanan sampah terbagi menjadi 3 jenis. Sampah Organik, Sampah Anorganik, dan Sampah Residu. Sampah organik adalah jenis sampah yang bisa diurai melalui proses pembusukan. Sampah Anorganik adalah jenis sampah yang tidak bisa membusuk namun dapat didaur ulang. Dan sampah residu adalah jenis sampah yang tidak bisa diolah kembali. Tiap – tiap sampah tersebut memiliki sistem pengelolaan.

Depok merupakan salah satu kota yang memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik. Sampah – sampah dikumpulkan perkategori dan disalurkan sesuai dengan jenisnya. Sampah Organik akan masuk ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS). Sampah Anorganik seperti plastik dan logam akan dibawa ke Bank sampah untuk dikirim ke pabrik-pabrik daur ulang. Sementara Sampah Residu akan di tampung di TPA Cipayung, Depok. Namun hingga saat ini fasilitas yang telah disediakan dinas tersebut belum dapat berfungsi dengan maksimal.

Dinas kebersihan dan para pengumpul sampah hingga saat ini kewalahan untuk memilah seluruh tumpukan sampah yang masuk ke dalam TPA. Di Depok sendiri tumpukan sampah yang masuk kedalam TPA Cipayung mencapai 700 Ton perhari. Sampah – sampah tersebut masih bercampur aduk. Dibutuhkan banyak tenaga dan biaya untuk memisahkan jenis sampah dari gunungan sampah.

Dukungan dan peran serta masyarakat menjadi solusi utama dalam mengelola sampah. Pemilahan sampah dari tiap – tiap rumah akan memudahkan pengelolaan sampah untuk didaur ulang. Sampah organik kembali menjadi pupuk untuk kebutuhan pertanian, dan Sampah Anorganik kembali menjadi materi yang memiliki nilai fungsional kembali bagi manusia.

Foto & Teks : ARKAMAYA/Saeful Q Muhammad

Editor Foto : Yuan Adriles

Bagikan Artikel



Komentar Anda