Terekam Oleh Kamera, PM Netanyahu Lakukan Suap ke Bos Media

Tanggal:



Telegraf, Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kedapatan menawarkan hadiah pada seorang pemilik kantor berita surat kabar sebagai imbalan pemberitaan yang lebih positif.

Sebuah video menunjukkan Netanyahu mengusulkan kesepakatan pada Arnon Mozes, pemilik surat kabar terbesar di Israel, Yedioth Ahronoth. Stasiun televisi Channel Two mengklaim, Netanyahu menawarkan hadiah berupa keuntungan komersial pada Mozes jika bisa menyetir pemberitaan di medianya supaya lebih menguntungkan pemerintah.

Diberitakan The Independent, Senin (9/1), percakapan keduanya terjadi beberapa bulan lalu. Laporan menunjukkan bahwa rekaman percakapan dibuat sendiri oleh Mozes.

Bukti percakapan antara Netanyahu dan Mozes dilaporkan telah sampai ke tangan Jaksa Agung Avichai Mandelblit pada awal tahun baru ini. Hingga sekarang, jaksa belum menetapkan apakah kesepakatan keduannya itu melanggar hukum.

Selain itu, sang Perdana Menteri juga dikabarkan sempat menawarkan kesepakatan serupa kepada surat kabar pro-Netanyahu, Israel Hayom. Berbeda dari Yedioth Ahronoth, media milik milarder AS sekaligus donor Partai Republik Sheldon Adelson itu diminta agar mengurangi peredaran surat kabarnya.

Sementara itu, laporan media Israel lainnya menyebut kesepakatan yang diprakarsai oleh Netanyahu itu dilakukan sebagai imbalan agar tidak mempublikasikan berita tentang anaknya, Yair.

Di luar kasus ini, Netanyahu juga sedang diperiksa otoritas hukum atas dugaan menerima gratifikasi dan donasi ilegal. Ia dituding menerima sejumlah hadiah seperti cerutu dan sampanye bernilai ribuan poundsterling dari miliarder Israel sekaligus produser Hollywood Arnon Milchan.

Laporan menunjukkan Netanyahu berupaya melobi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry atas nama Milchan yang saat itu berupaya memperbarui visa AS.

Ia juga dituduh telah menerima uang sebesar 1 juta euro dari terdakwa penipuan asal Perancis, Arnaud Mimran, pada 2009 lalu.

Meskipun Netanyahu telah diinterogasi polisi sebanyak dua kali pada pekan lalu, Ia tetap menampik segala tudingan korupsi dan gratifikasi ini.

Kuasa hukum Netanyahu, Yaakov Weinroth tidak menganggap kesepakatan kiliennya itu sebagai tindakan hukum yang serius dan merupakan bentuk hal yang lumrah.

“Setiap orang mengerti bahwa bukan merupakan suatu tindakan kriminal ketika seorang teman dekat memberikan kerabatnya hadiah cerutu,” ucap Weinroth.

Walaupun begitu, Netanyahu mengakui telah menerima uang sebesar US$40 ribu pada 2001 lalu.

Netanyahu bukan satu-satunya perdana menteri Israel yang terlibat tuduhan skandal korupsi. Mantan Perdana Menteri Israel peridoe 2006-2009, Ehud Olmert, tengah menjalani hukuman penjara selama 18 bulan lantaran terbukti melakukan suap. (Red)

Photo credit : Getty Images/Gali Tibbon


Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...