Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tencent Suntik Investasi Dana Hingga Rp2 Triliun ke GO-JEK
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Tencent Suntik Investasi Dana Hingga Rp2 Triliun ke GO-JEK

Telegrafi Kamis, 6 Juli 2017 | 09:14 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Seorang wanita membonceng sepeda motor, bagian dari layanan ride-hailing Go-Jek, di jalan yang sibuk di Jakarta Pusat, Indonesia 18 Desember 2015. Presiden Indonesia secara terbuka menegur salah satu menteri kabinetnya pada hari Jumat karena tindakan keras terhadap layanan ride-hailing seperti Uber dan Go-Jek, yang memicu kemarahan di media sosial di negara di mana pilihan transportasi umum terbatas. REUTERS/Garry Lotulung
Seorang wanita membonceng sepeda motor, bagian dari layanan ride-hailing Go-Jek, di jalan yang sibuk di Jakarta. REUTERS/Garry Lotulung
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Tencent menginvestasikan uang mereka untuk GO-JEK. Dilaporkan investasi tersebut nilainya sangat fantastis, yaitu berkisar antara US$100 juta – US$150 juta alias Rp1,3 triliun sampai Rp2 triliun. Itu artinya Tencent yang merupakan saingan berat grup Alibaba milik miliuner Jack Ma ingin menancapkan eksistensi dan potensi besar pasar transportasi online kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Pasalnya GO-JEK sudah bukan rahasia lagi salah satu pionir di bisnis ojek online dan sudah melebarkan sayapnya ke berbagai penjuru Nusantara.

Selain sudah mulai hadir di banyak kota, GO-JEK hadir tidak hanya sebagai platform moda transportasi online semata tetapi juga merambah bisnis lain. Sebut saja GO-FOOD di bidang pengantaran makanan, GO-SEND di pengiriman barang, sampai GO-MASSAGE untuk memanggil tukang pijat.

GO-JEK memang menargetkan untuk meraup sekitar US$1 miliar dari investasi sekarang ini. Di luar Tencent, sebelumnya mereka sudah didanai oleh perusahaan seperti KKR & Co LP, Warburg Pincus, sampai venture capital Sequoia Capital. Tencent terhitung baru dan tidak menutup kemungkinan investor lama juga ikut mengucurkan dana segar seperti laporan sebuah sumber pada Reuters.

Tencent dikenal sebagai grup yang membawahi banyak bisnis terutama media sosial dan dunia hiburan. Sebut saja aplikasi chatting WeChat yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia. Dengan kucuran dana raksasa tersebut membuat mereka bisa melahirkan banyak startup berstatus unicorn. Mengingat kucuran dana ke GO-JEK adalah yang pertama kali bagi mereka, tentu saja tidak menutup kemungkinan kucuran dana segar ke berbagai perusahaan teknologi lokal lainnya.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Laman berita Reuters baru-baru ini melaporkan bahwa sebelum masuk ke GO-JEK, Tencent yang memiliki nilai pasar US$341 miliar terlebih dahulu menanamkan sahamnya di perusahaan game asal Singapura Sea Ltd yang dulu bernama Garena. Dengan kucuran dana pada Maret 2016 tersebut Sea sekarang memiliki valuasi sebesar US$3,75 miliar.

Kabar ini seolah membenarkan laporan yang ditulis oleh laman berita TechCrunch pada Mei 2017 bahwa GO-JEK mendekati kesepakatan dengan Tencent dan membuat perusahaan rintisan Nadiem Makarim tersebut bisa memiliki valuasi sekitar US$3 miliar alias hampir Rp40 triliun!

Padahal pada Agustus 2016 lalu saja mereka berhasil meraup investasi sekitar US$550 juta atau sekitar Rp7 triliun dari KKR, Warburg dan investor lainnya. Setelah pendanaan tersebut nilai GO-JEK ditaksir berkisar Rp26 triliun.

Masuknya Tencent ke Indonesia lewat GO-JEK ikut memanaskan kabar lain bahwa Alibaba juga sedang mengincar untuk menginvestasikan uang mereka di Grab. Alibaba sendiri sudah hadir di Indonesia setelah berinvestasi di Lazada. Dengan kehadiran Tencent, persaingan dua raksasa Negeri Tirai Bambu semakin menarik untuk diikuti, selain tentu saja kiprah kompetisi dua perusahaan teknologi berbasis transportasi GO-JEK dan Grab. (Red)

Photo Credit : Reuters/Garry Lotulung


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?