Target Laba 2018 BNI Syariah 400 Miliar

Target Laba 2018 BNI Syariah 400 Miliar

"Pertumbuhan positif di triwulan IV tahun 2017. Dari sisi pembiayaan mencapai Rp 97,70 Miliar terdiri dari pembiayaan produktif Rp 36,96 Miliar, pembiayaan konsumtif Rp 60,74 Miliar. Dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (tabungan, giro dan deposito) mencapai Rp 160,72 Miliar dengan komposisi CASA (Current Account Saving Account) Rp 133, 58 Miliar. Kualitas pembiayaan berada pada posisi 2,46 persen"

Target Laba 2018 BNI Syariah 400 Miliar


Telegraf, Bekasi – Salah satu wujud dalam memenuhi target yang di targetkan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah yaitu sebesar Rp400 miliar pada tahun 2018 adalah relokasi kantor cabang pembantu di Harapan Indah Bekasi. “kami melihat bahwa pertumbuhan khususnya di kantor cabang Bekasi sangat positif dan sangat baik.”

Hal itu di ungkapkan Plt. Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman  Wibowo usai melakukan pemotongan pita dalam rangka merelokasi kantor cabang pembantu di Harapan Indah, Bekasi, Senin (22/01/2018).

Firman menjelaskan pertumbuhan bagi hasil yang di peroleh tahun lalu baru mencapai diatas 12 persen dan pertumbuhan dana pihak ke 3 hampir menyentuh 20 persen, moment pertumbuhan positif kami gunakan untuk mendekatkan keberadaan BNI Syariah di Cabang Bekasi dengan meningkatkan layanan kepada nasabah dengan tempat yang lebih strategis.

“Pertumbuhan positif di triwulan IV tahun 2017. Dari sisi pembiayaan mencapai Rp 97,70 Miliar terdiri dari pembiayaan produktif Rp 36,96 Miliar, pembiayaan konsumtif Rp 60,74 Miliar. Dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (tabungan, giro dan deposito) mencapai Rp 160,72 Miliar dengan komposisi CASA (Current Account Saving Account) Rp 133, 58 Miliar. Kualitas pembiayaan berada pada posisi 2,46 persen,” jelasnya.

Firman juga menjelaskan pergerakan positif di Bekasi adalah sebagai semangat kerja keras dan menghargai waktu dengan melakukan sinergi kepada pihak pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, Universitas, Pesantren.

“BNI Syariah ini harus memberikan kontribusi lebih besar lagi kepada induk, karena keberadaan kami ini adalah salah satu dalam rangka untuk memberikan layanan yang lebih luas diluar dari pada perbankan konvensional, menjadi leading didalam kontribusi kepada BNI induk,” tuturnya.

Sementara terkait dengan tambahan modal yang di berikan Bank BNI Induk sebesar Rp 1 Triliun pada akhir tahun 2017, Firman menerangkan dana akan di pergunakan untuk perkembangan bisnis sebesar 70 persen atau setara dengan Rp700 miliar sementara yang Rp300 miliar atau setara dengan 30 persen akan di gunakan untuk pengembangan informasi teknologi.

“Dengan tambahan modal tersebut  tahun 2018 ini akan fokus kepada 4 sektor bisnis yakni halal ekosistem industri. Seperti hotel, travel halal, halal food, halal fasion, sekolah, islam univeraitas, haji dan umrah. Juga akan fokus pada sektor infrastruktur yang  low risk  , jadi akan lebih selektif. Kami  berharap perusahaan  BUMN  dan perusahaan yang memiliki trek record baik. Caranya dengan melakukan kerjasama  dengan perusahaan perusahaan yang dikelola dengan BNI  induk,” kata Firman.

Fokus ke tiga adalah area geografis finansial inklusif diharapkan bisa memberikan inklusi, dan pelayanan di daerah pelosok- pelosok yang akan menjangkau daerah -dearah yang selama ini kurang terjangkau oleh industri perbankan. dan fokus yang terakhir adalah membidik  sektor anak muda atau  generation Y, generation ini merupakan generasi masa depan dimana “Pegawai pegawai di BNI syariah 70 persen generation Y maka itu kita akan membangun dan mendirikan digital banking yg lebih baik,” ungkap firman.

Lanjut Firman selain relokasi cabang pembantu BNI Syariah  juga turut memperluas sinergi dengan berbagai pihak diantaranya dengan pengelolaan cash management dengan Gema Nurani School dan Yayasan Pendidikan Sosial & Dakwah Assu’ada. Serta kerjasama dengan developer dengan menggandeng PT Mitra Sukses Menarindo yang memiliki proyek perumahan Cluster di daerah Setu dan Cimuning. Total perumahan yang digarap lebih sekitar 70 unit dengan kisaran harga Rp 500 – 600 juta/unit. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


Atti K.

close