Survei: Tangani PEN dan Covid-19 Modal Erick Thohir Raih Kepercayaan Masyarakat

Survei: Tangani PEN dan Covid-19 Modal Erick Thohir Raih Kepercayaan Masyarakat

“Saya kira yang dibutuhkan adalah langkah-langkah konkretnya mulai di informasikan ke masyarakat dan kasih update apa capain-capain, tahapan-tahapan dari program pemulihan ekonomi itu, ya harus ditunjukan juga ke publik supaya masyarakat memahami,”

Survei: Tangani PEN dan Covid-19 Modal Erick Thohir Raih Kepercayaan Masyarakat


Berdasarkan survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 29 Juli kemarin. Disebutkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Erick Thohir selaku ketua pelaksana komite pemulihan ekonomi nasional dan Covid-19.

Komite tersebut dipercaya masyarakat sebesar 74% akan mampu mengatasi penyebaran inveksi Covid 19 dan memulihkan kondisi ekonomi nasional sebesar 75%. Bahkan 73% publik percaya Erick Thohir yang juga menteri BUMN akan mampu memimpin pelaksanaan tugas komite itu.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira mengatakan, kepercayaan masyarakat yang tercermin dalam hasil survei SMRC kepada Erick Thohir dan komite penanganan Covid-19 adalah hal yang baik.

Menurutnya, untuk mengatasi problem yang ada sekarang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat merupakan modal yang positif bagi Erick Thohir, namun kepercayaan tersebut harus dibuktikan dengan langkah-langkah dan program-program yang terukur.

“Kalau misalnya kepercayaan dari masyarakat sudah oke, harus dibuktikan dengan langkah-langkah yang terukur, harus ada quick wins – quick wins nya dan ini harus dikolaborasi, kepercayaan sosial politik dari masyarakat harus dibuktikan,” ujar Anggawira, Selasa (04/08/2020).

Anggawira menyebut situasi saat ini tidak mudah karena melihat angka inveksi positif corona masih meningkat, ia meminta komite bekerja kerja keras menyelesaikan Corona. Laju pertumbuhan ekonomi akan tertahan jika Covid 19 tidak segera tertangani.

“Faktualnya kondisi pemulihan ekonomi tidak bisa berjalan dengan baik kalau memang virus corona tidak bisa tahan lajunya,” ungkapnya.

Lanjut Anggawira, pemulihan ekonomi yang harus diperhatikan oleh komite salah satunya adalah memberikan likuiditas kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mengenai pola strategi dan informasinya harus tersampaikan dengan baik.

“Menurut saya konsen utama adalah bagaimana memberikan likuiditas kepada para UMKM, nah polanya, strateginya seperti apa, ini harus secara detail terperinci karena jangan sampai informasinya bagus diatas, cuma di bawah deliverable teknisnya berbeda-beda,” katanya.

Sementar itu, Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan, kepercayaan masyarakat kepada Erick Thohir jadi modal sosial politik dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua Komite PEN dan penanganan Covid-19.

Hal tersebut berdasarkan data survei SMRC yang dilaksanakan pada 22-24 Juli 2020 terhadap 2.211 responden.

“Modal sosial politik yang kuat bukan hanya bagi Erik tapi juga tim kebijakannya bahwa publik mendukung, publik menyambut adanya tim itu dan publik percaya pada kemampuan tim itu, akan memberikan hasil-hasil yang positif untuk menangani Covid 19 dan memulihkan kondisi ekonomi nasional,” tutur Abbas, Selasa (04/08/2020).

Survei SMRC menemukan baru 28% masyarakat yang mengetahui atau pernah mendengar bahwa Presiden Joko Widodo telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan PEN dan pelaksanaan tugas komite tersebut dipimpin Menteri BUMN Erick Thohir. Namun, di antara 28% responden yang tahu, sebanyak 73% percaya Erick Thohir akan berhasil memimpin pelaksanaan tugas komite tersebut.

“Ya kan baru diumumkan beberapa hari, jadi wajar lah 28% udah bagus itu, iya donk baru berapa hari diumumkan oleh Erlangga kan, 28% yang tahu itu udah bagus sekali,” terangnya.

Abbas menerangkan hasil itu menunjukkan bahwa harapan dan optimisme masyarakat tinggi terhadap kinerja Erick Thohir dan tim akan berhasil membantu pemulihan ekonomi dan mengatasai Covid 19. Meskpun Erick merupakan orang baru dalam birokrasi pemerintahan, sebab selama ini Erick dikenal sebagai seorang yang profesional di bidangnya.

“Seumur hidupnya dia (Erick) profesionalkan, sektor pemerintahan itu hutan beda lagi yang dia tekuni, birokrasi beda lagi, sistem administrasi beda, kultur beda, sistem organisasinya beda juga, bahwa dia sudah bisa melakukan inovasi-inovasi kebijakan di BUMN saya kira itu juga patut diapresisasi untuk orang baru ya,” katanya.

Menurut Abbas, beban berat yang diemban Erick Thohir dalam Tim penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi harus betul-betul memberikan hasil nyata dan harus ditunjukan ke publik. dibutuhkan langkah-langkah dan informasi terkini kepada masyarakat misalnya terkait perbaikan dalam penanganan Covid 19, perbaikan sistem layanan masyarakat, tracing dan tracking pasien serta penemuan dan hasil uji coba vaksin.

“Saya kira yang dibutuhkan adalah langkah-langkah konkretnya mulai di informasikan ke masyarakat dan kasih update apa capain-capain, tahapan-tahapan dari program pemulihan ekonomi itu, ya harus ditunjukan juga ke publik supaya masyarakat memahami,” beber Abbas.

Sebagai mana diketahui, Presiden Joko Widodo telah membentuk komite tentang Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, melalui Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2020.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ditunjuk sebagai ketua pelaksana yang bertugas mengkoordinasikan Ketua Satgas Perekomonian yang dijabat Budi Gunawan yang juga wakil Menteri BUMN dan Ketua Satgas Covid-19 yang dipegang Doni Monardo yang juga sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


Photo Credit : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. GETTY IMAGES

A. Chandra S.

close