Soal Pilkada Megawati Mengaku Dari Dulu Tak Pernah Minta Mahar

Soal Pilkada Megawati Mengaku Dari Dulu Tak Pernah Minta Mahar

 

Dari dulu Megawati mengaku tak pernah meminta uang mahar untuk partai. | Foto : beritasatu.com

Dari dulu Megawati mengaku tak pernah meminta uang mahar untuk partai. | Foto : beritasatu.com

Telegraf, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menampik isu bahwa partai pimpinannya menagih sejumlah uang kepada siapapun yang ingin diusung oleh mereka di ajang pemilihan kepala daerah, termasuk Pilkada DKI Jakarta. Bantahan tersebut disampaikan Megawati saat dia membuka kegiatan sekolah partai yang diadakan PDI Perjuangan.

“Apakah saya pernah meminta uang ke kalian? Jangan pura-pura, karena saya dari dulu hingga sekarang tak pernah meminta uang,” ujar Megawati, Selasa (6/9).

Menurut Megawati, dirinya tak pernah menanamkan paham politik uang bagi kader-kader di bawahnya karena menurutnya itu bukan cara yang benar untuk mendapatkan nama baik.

Dia lantas menyambungkan isu mahar politik itu dengan isu Pilkada 2017 di DKI Jakarta. Megawati mengaku dirinya pernah berbincang dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal isu mahar politik tersebut.

Bagi Megawati, saat Ahok dicalonkan di Pilkada 2012 dan dipasangkan dengan Joko Widodo, PDI Perjuangan sangat mendorong agar keduanya menang. Alih-alih meminta mahar politik, Megawati menegaskan bahwa PDI Perjuangan justru mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasangan tersebut.

Saat berbincang dengan Ahok, menurut Megawati, Ahok pun mengakui bahwa PDI Perjuangan tak pernah meminta mahar politik. Bahkan, kata Megawati, Ahok mengatakan justru PDI Perjuangan yang membantu dirinya.

“Saya katakan pada Ahok buka itu semua (informasi soal uang) agar semua adil,” katanya.

Beberapa waktu lalu, kata Megawati, ada sejumlah orang yang mengeluarkan isu mahar politik dengan tujuan untuk menjatuhkan nama PDI Perjuangan. Mereka membuat isu itu karena mereka tak mendapatkan rekomendasi dari partai berlambang kepala banteng tersebut.

Presiden ke-5 Indonesia tersebut mengatakan partai pimpinannya memang membebankan kewajiban bagi orang-orang yang mau diusung PDI Perjuangan. Namun kewajiban tersebut bukanlah uang tapi keinginan untuk bertempur memenangkan dirinya sendiri.

Dia tak mau ada orang yang meminta diusung hanya untuk menjadikan PDI Perjuangan sebagai kuda tunggangan menuju kemenangan. Bagi Megawati, saat ada orang yang diusung partai maka dia harus memenangkan dirinya sendiri, bukan mengandalkan nama partai.

“Kalian harus memenangkan diri sendiri, bukan PDI Perjuangan yang memenangkan. Partai ini hanya membantu,” katanya.

Terlepas dari itu semua, Megawati mengungkapkan bahwa uang pasti menjadi bagian dalam sebuah proses pencalonan. Namun dia menegaskan uang itu bukan sebagai mahar dan syarat, melainkan untuk diserahkan bagi para saksi yang menghitung suara di tiap tempat pemungutan suara.

“Uang memang ada tapi untuk saksi karena dia yang mati-matian menghitung perolehan suara,” ujar Megawati. (Ist/obs)

KBI Telegraf

close