Pansel Diminta Perketat Seleksi Calon Komisioner KPU-Bawaslu

Pansel Diminta Perketat Seleksi Calon Komisioner KPU-Bawaslu

Pansel Diminta Perketat Seleksi Calon Komisioner KPU-Bawaslu

 

Ilustrasi pemberian surat suara pada saat pemilu. | Ist

Ilustrasi pemberian surat suara pada saat pemilu. | Ist

Telegraf, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR Al Muzammil Yusuf meminta agar tim panitia seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu melakukan seleksi ketat sejak proses tahapan rekrutmen dibuka.

Menurutnya, proses seleksi yang ketat sejak awal menjadi kunci agar calon komisoner yang diloloskan untuk diuji di DPR merupakan calon-calon terbaik.

“Sehingga seleksi di DPR tidak akan mempengaruhi kualitas anggota KPU dan Bawaslu yang akan datang, karena siapapun yang terpilih memang berasal dari calon-calon terbaik,” kata Muzammil di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/9).

Sebaliknya, politikus PKS itu khawatir seleksi di DPR akan lebih berat jika tim pansel tidak menjaring calon komisioner dengan rekam jejak yang baik. Apalagi jika calon yang diloloskan ke DPR memiliki hubungan dekat dengan fraksi tertentu tanpa peduli kualitasnya

“Jadi kami berharap besar pada kualitas seleksi pertama tersebut. Mudah-mudahan mayoritas tim pansel yang duduk di sana memang hadir untuk memilih calon yang terbaik,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarulzaman sebelumnya telah meminta agar tim panitia seleksi dapat membuka pintu partisipasi masyarakat saat proses rekrutmen.

“Diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi secara postif, bukan hanya dari kalangan elite saja. Jadi mereka harus membuka partisipasi kepada masyarakat,” ujar Rambe.

Sementara anggota Komisi II DPR dari fraksi Golkar, Hetifah Saifudian, berharap tim pansel memperhatikan unsur keterwakilan perempuan dalam komposisi calon komisioner yang diseleksi.

“Anggota KPU nanti harus ditambah yang perempuan. Sekarang hanya satu dari tujuh. Minimal harus dua,” kata Hetifah.

Seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu diperkirakan berlangsung Oktober 2016. Sementara masa tugas jajaran KPU dan Bawaslu yang dipimpin Juri Ardiantoro dan Muhammad berakhir April 2017.
Tim pansel calon komisioner KPU terdiri dari 11 orang, termasuk ketua. Presiden Joko Widodo menunjuk pakar hukum tata negara Saldi Isra menjadi ketua tim panitia seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu periode 2017-2022.

Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan keputusan itu telah dituliskan dalam Keputusan Presiden Nomor 98/P Tahun 2016 tanggal 2 September 2016. Tim pansel bertugas membantu presiden untuk menetapkan calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022.

Selain Saldi tim pansel beranggotakan Ramlan Subekti (wakil ketua), Soedarmo (sekretaris), dan Hamdi Muluk, Betti Alisjahbana, Widodo Ekatjahjana, Valina Singka Subekti, Nicholaus Teguh Budi Harjono, Erwan Agus Purwanto, Harjono, serta Komarudin Hidayat. (Ist)

KBI Telegraf

close