Sejumlah 32 Proyek Konstruksi Tol dan KA Nasional Dihentikan Sementara

Sejumlah 32 Proyek Konstruksi Tol dan KA Nasional Dihentikan Sementara

“Total ada 32 proyek jalan tol dan ada juga pengerjaan LRT (light rail transit) yang dihentikan sementara. Kami harapkan dalam waktu tidak lama, semua proyek itu akan kembali berjalan normal,”

Sejumlah 32 Proyek Konstruksi Tol dan KA Nasional Dihentikan Sementara


Telegraf, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan terdapat 32 proyek jalan tol dan empat proyek perkeretaapian nasional yang dihentikan sementara pengerjaan konstruksi layangnya. Semua proyek itu akan dievaluasi terlebih dahulu dan diperkirakan prosesnya selesai paling lambat dua pekan ke depan.

Ke-32 proyek jalan tol tersebut di antaranya Jalan Tol Trans Sumatera, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Kayu Agung-Palembang-Betung, Jakarta-Cikampek elevated, Cibitung-Cilincing, Manado-Bitung, dan Ciawi –Sukabumi. Sedangkan, empat proyek perkeretapian ialah Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang, Light Rail Transit (LRT) Jakarta, LRT Jabodebek, dan LRT Sumatera Selatan (Sumsel).

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pekerja sekaligus juga pengguna layanan konstruksi.

“Total ada 32 proyek jalan tol dan ada juga pengerjaan LRT (light rail transit) yang dihentikan sementara. Kami harapkan dalam waktu tidak lama, semua proyek itu akan kembali berjalan normal,” jelas Syarief di Jakarta, Kamis (22/02/2018).

Keputusan dilanjutkan atau tidaknya pekerjaan konstruksi layang, terang Syarief, bergantung terhadap hasil evaluasi per proyeknya dan tidak harus bersamaan. Sebelum dievaluasi, kontraktor proyek harus mengajukan dahulu dokumen kelengkapan proyeknya kepada Komite Keselamatan Konstruksi (K3) sebagai bahan evaluasi. Menurut Syarief yang juga Ketua K3, pihaknya membuka pengajuan proses evaluasi dari para kontraktor itu setiap hari tanpa libur.

“Kami berupaya lebih cepat menyelesaikan proses evaluasi. Jadi bisa hitungan hari atau bahkan jam. Misalnya ada yang mengajukan untuk dievaluasi hari ini, ya bisa saja selesai juga di hari yang sama,” jelasnya.

Syarief menyebutkan, terdapat kriteria yang ditentukan pihaknya dalam menentukan proyek yang dievaluasi. Kriteria tersebut antara lain menggunakan balok/gelagar-I beton langsing, menggunakan sistem hanging scaffolding, menggunakan sistem balance cantilever precast/in situ, menggunakan sistem launcher beam/frame, dan mempunyai massa (tonnase) yang besar. (Red)


Photo Credit : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan terdapat 32 proyek jalan tol dan empat proyek perkeretaapian nasional yang dihentikan sementara pengerjaan konstruksi layangnya. Mikael Niman

KBI Telegraf

close