Rakortas, Bulog Akan Impor 500.000 Ton Beras

Rakortas, Bulog Akan Impor 500.000 Ton Beras

“Sebetulnya terdapat delapan perusahaan yang lolos tahapan negosiasi harga, namun karena pertimbangan keterbatasan waktu izin impor, ada dua perusahaan dari Pakistan tidak menandatangani kontrak,”

Rakortas, Bulog Akan Impor 500.000 Ton Beras


Telegraf, Jakarta – Perum Bulog siap untuk segera melakukan penugasan impor 500.000 ton beras yang sudah diterbitkan izinnya oleh pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas) antara lembaga kementerian.

Pemanfaatan beras yang dilaksanakan Bulog nantinya dapat dijadikan stok beras pemerintah untuk keperluan stabilisasi harga, penanggulangan keadaan darurat, masyarakat miskin, kerawanan pangan, dan keadaaan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Siti Kuwati mengatakan pihaknya telah melakukan penandatanganan kontrak enam perusahaan dari tiga negara dengan jumlah kuantitas 281.000 ton, yakni Thailand 120.000 ton, Vietnam 141.000 ton, dan India 20.000 ton.

“Sebetulnya terdapat delapan perusahaan yang lolos tahapan negosiasi harga, namun karena pertimbangan keterbatasan waktu izin impor, ada dua perusahaan dari Pakistan tidak menandatangani kontrak,” ujar Siti, Rabu (07/02/2018) dalam rilis keterangan tertulisnya.

Ia menyebutkan penugasan Perum Bulog telah tersurat dalam Surat Menteri Perdagangan Nomor 94/M-DAG/SD/1/2018 tgl 15 Januari 2018, bahwa Bulog dapat melakukan impor beras untuk keperluan umum dengan broken di atas 5 persen sampai dengan 25 persen dan keperluan lain dengan broken 0 – 5 persen

Ditambah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 tahun 2018 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor, beras untuk keperluan umum adalah beras dengan kepecahan di atas 5 persen sampai dengan 25 persen. Dalam perkembangan selanjutnya, Perum Bulog mengimpor beras dengan kepecahan 5 persen dan 15 persen.

Berdasarkan Surat Persetujuan Impor Beras dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI Nomor 04.PI-11.18.0018 tgl 15 Januari 2018 perihal Persetujuan Impor Beras, Bulog diizinkan mengimpor beras untuk keperluan umum dengan broken di atas 5 persen sampai dengan 25 persen dan keperluan lain dengan broken 0 – 5 persen dengan jumlah sampai dengan 500.000 ton.

“Sesuai penugasan dari Kemendag, beras impor tersebut harus sudah tiba di Indonesia paling lambat tanggal 28 Februari 2018. Di pertengahan bulan Februari ini diperkirakan sudah ada yang masuk ke Indonesia, dan sampai dengan akhir bulan Februari ini direncanakan beras impor sebanyak 281.000 sudah masuk semuanya,” jelasnya.

Pelabuhan kedatangan importasi beras ini adalah Belawan (Medan-Sumatera Utara), Teluk Bayur (Padang-Sumatera Barat), Panjang (Bandar Lampung-Lampung), Merak (Cilegon Banten), Tanjung Priok ( Jakarta Utara-DKI Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya-Jawa Timur), Tanjung Wangi (Banyuwangi-Jawa Timur), Benoa (Denpasar-Bali), dan Tenau (Kupang- NTT). (Red)


Photo Credit : Perum Bulog siap untuk segera melakukan  impor beras sebanyak 500.000 ton beras yang sudah diterbitkan izinnya oleh pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas) antara lembaga kementerian. File/Dok/Ist. Photo

KBI Telegraf

close