Pre-Departure Briefing Dari Nuffic Neso Untuk Calon Mahasiswa Baru

Pre-Departure Briefing Dari Nuffic Neso Untuk Calon Mahasiswa Baru

"Program beasiswa akan memperkuat hubungan dua negara Indonesia dengan Belanda"

Pre-Departure Briefing Dari Nuffic Neso Untuk Calon Mahasiswa Baru


Telegraf, Jakarta – Dalam rangka mendukung dan berikan pembekalan mahasiswa yang akan melanjutkan studinya ke Belanda Nuffic Neso Indonesia adakan Pre-Departure Briefing.

Acara yang digelar di Gedung Perpustakaan Nasional RI ini dihadiri kurang lebih 300 calon mahaiswa dimana terbagi menjadi sekitar 77.4% akan melanjutkan program master (setara S2), 14.14% akan melanjutkan ke program Bachelor (setara S1), 1% akan melanjutkan PhD (setara S3), dan sekitar 7% akan mengambil kursus singkat di Belanda.

Bukan saja calon mahasiswa yang akan belajar, para alumni juga hadir membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri menjalani masa studinya. Gegar budaya, bagaimana beradaptasi dengan proses belajar mengajar yang berbeda, berinteraksi dengan pengajar dan mahasiswa internasional merupakan pengalaman yag harus di peroleh sebelum berangkat nantinya.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl mengatakan program beasiswa tersebut merupakan penguatan hubungan Bilateral antara Indonesia dan Belanda. “Program beasiswa akan memperkuat hubungan dua negara Indonesia dengan Belanda,” ungkapnya dalam acara Preparin brefing 2018 di Jakarta, Sabtu (11/8).

Sementara itu Wakil Duta Besar Belanda, Ferdinand Lahnstein dalam sambutannya mengatakan sudah ada lebih dari 20.000 pelajar Indonesia melakukan studi di Belanda terhitung sejak tahun 1950. Perhimpunan pelajar Indonesia di Dunia, awalnya didirikan di Leiden pada tahun 1922 (PPI Belanda) yang sampai sekarang masih aktif dan bertambah kuat organisasinya.

Ferdinand juga mengatakan pentingnya peran alumni Belanda bagi hubungan kedua negara. Alumni diibaratkan sebagai minyak pelumas dalam menggerakan roda kerjasama Indonesia Belanda. Oleh karena itu Ferdinand mengingatkan para pelajar yang akan studi di Belanda untuk bergabung dengan jaringan alumni Belanda Indonesia yang di kelola oleh Nuffic Neso.

Ferdinand juga mencontohkan alumni mahasiswa Belanda yang menjadi orang penting di Indonesia seperti Menteri Luar Negeri Indonesia, ibu Retno Marsudi yang merupakan lulusan dari The Hague University of Applied Sciences, Mohammad Hatta dari Universitas Erasmus, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ben Feringa yang memenangkan hadiah nobel dibidang kimia tahun 2016, juga perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, yang lulus dari Universitas Leiden.

Menurut Koordinator Promosi Pendidikan, Inty Dienasari, ada berbagai jenis beasiswa untuk studi di Belanda diantaranya beasiswa StuNed, OTS, OKP, LPDP, SPIRIT, FETA, universitas-univesitas di Belanda, dan juga perusahaan-perusahaan tempat para pelajar bekerja. Informasi mengenai biaya studi di Belanda dan beasiswa dapat diakses melalui www.nesoindonesia.or.id/beasiswa.(Red)


Credit Photo: Pre-Departure Briefing Dari Nuffic Neso Untuk Calon Mahasiswa Baru/istimewa


Atti K.

close