Connect with us

Philantrophy

Sah, CT ARSA Foundation Mengumpulkan Zakat di Indonesia Diakui Negara

Published

on

Photo Credit: Penyerahan Izin Operasional Lembaga Amil Zakat ke CT Arsa Foundation. TELEGRAF/Muhammad Nurabain
Photo Credit: Penyerahan Izin Operasional Lembaga Amil Zakat ke CT Arsa Foundation. TELEGRAF/Muhamad Nurabain

Telegraf – Akhirnya Kementerian Agama (Kemenag) memberikan surat keterangan (SK) izin kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) CT ARSA Foundation di Gedung Bank Mega Syariah, Jakarta Selatan. Kini CT ARSA Foundation resmi menjadi LAZ skala nasional.

“Hari ini kita dari Kementerian Agama dari direktorat zakat dan wakaf menyerahkan SK LAZ Yayasan CT ARSA,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, Jumat, (26/08/2022).

Tarmizi mengatakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) CT ARSA Foundation telah diakui oleh negara. Kedepannya CT ARSA Foundation dapat mengumpulkan dan mendistribusikan zakat di Indonesia.

“Mulai hari ini secara hukum negara dan hukum syariah bahwa sah dan boleh Yayasan CT ARSA ini untuk memungut zakat, untuk mengumpulkan zakat di Indonesia ini,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Direktur Lembaga Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) CT ARSA Foundation, Muhammad Wahib Emha, mengapresiasi pemberian surat izin dari Kemenag. Kini pihaknya akan memulai kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu sebagaimana visi misi CT ARSA Foundation itu memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang meningkat, dan juga pemberdayaan,” pungkas Wahib.

Diketahui, surat keputusan ini terdaftar sebagai Keputusan Menteri Agama RI Nomor 811 Tahun 2022 Tentang Pemberian Izin kepada Yayasan LAZ CT Arsa sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional. Pemberian surat ini juga disaksikan para petinggi CT ARSA Foundation.

Sebelumnya Badan Zakat Nasional (Baznas) memberi surat rekomendasi izin pembentukan Lembaga Amil Zakat (LAZ) kepada CT Arsa Foundation di Gedung Baznas, Jakarta, pada Rabu (06/07/2022).

Pemberian rekomendasi izin ini juga diikuti dengan penandatangan pakta integritas antara kedua belah pihak yang diwakili oleh Pimpinan Baznas Bidang Koordinasi Zakat Nasional Achmad Sudrajat, Sekretaris CT Arsa Foundation Titin Rosmasari, dan Direktur LAZ CT Arsa Foundation Muhammad Wahib Emha.

Adapun titik awal kelahiran CT Arsa Foundation berawal dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Pendiri sekaligus Chairman CT Corp Chairul Tanjung menuturkan, bencana itu mendorongnya memberikan bantuan serta mendirikan tempat tinggal dan sekolah bagi anak-anak korban.

Dengan nama Rumah Anak Madani (RAM), CT bersama dengan berbagai pihak ,khususnya perusahaan di lingkungan CT Corp dan para pemirsa Trans TV, membangun RAM pada 2 Februari 2005 dengan biaya Rp 14 miliar. Sekolah yang kini berkembang menjadi Sekolah Unggulan CT Arsa Foundation di 2010 ini pun menjadi cikal bakal CT Arsa Foundation.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Philantrophy

Baznas Berikan Surat Rekomendasi CT Arsa Foundation Sebagai Lembaga Amil Zakat

Published

on

By


Telegraf – Pimpinan Baznas Achmad Sudrajat memimpin secara langsung penandatangan pakta Integritas dan pemberian surat rekomendasi kepada LAZ CT Arsa Foundation di lantai 5 Gedung Baznas pada hari rabu (6/7/22).

Dalam pelaksanaan pakta Integritas ini, Achmad Sudrajat menyampaikan bahwa, implementasi terhadap UU zakat, dan Inpres Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat dalam mengatasi kemiskinan untuk membangun kesejahteraan umat, perlu dukungan semua pihak dengan memiliki niat yang baik dan suci yang perlu di jaga bersama.

Penerapan Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI sesuai hukum perzakatan akan menjadi peran penting secara bersama sama dalam mensejahterakan umat. Hal tersebut perlu di kuatkan semua pihak agar tercapai. Jika spirit ini saling bersinergi dan berkolaborasi, hingga terus terjaga, maka akan tercapai apa yang diinginkan oleh masyarakat.

Turut hadir Titin Rosmasari yang mewakili CT Arsa Foundation mengatakan “Alhamdulillah ini adalah proses yang kita sudah  tunggu, artinya CT Arsa selangkah lagi kita akan memiliki Lembaga zakat yang memang menjadi salah satu tujuan dari CT Arsa. Tentu kami berbahagia sekali, artinya cita-cita dan tujuan CT Arsa dalam mengatasi kemiskinan lewat Pendidikan dan kegiatan sosial ini bisa semakin baik.

Wahib MH selaku direktur LAZ CT Arsa berujar, “CT ARSA Foundation satu langkah lagi secara resmi akan memiliki Lembaga Amil Zakat CT ARSA (LAZ CT ARSA). Dengan dilengkapinya seluruh persyaratan hari ini, Maka BAZNAS telah memberikan rekomendasi yang selanjutnya diajukan ke Menteri Agama RI”.

Menurut Wahib keunggulan dari LAZ CT ARSA, sebagai Lembaga Amil yang sangat unik, karena semua pengelolaan operasional dan gaji manajemen dibiayai penuh oleh perusahaan Trans Corp. Sehingga tidak menggunakan dana amil ataupun nazhir sepersenpun. Sehingga dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan DSKL akan masuk 100% dan juga ditasharufkan sebesar 100% pula kepada mustahiq, mauquf alaih dan juga penerima manfaat.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

BPKH Dan NU Care – Lazisnu Resmikan Bantuan Asrama Mahasiswa PTIQ Jakarta

Published

on

Penyerahan secara Simbolis dari BPKH Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. dan LAZISNU untuk Institut PTIQ Jakarta, yang diterima langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A


Telegraf – Institut PTIQ Jakarta menggelar acara peresmian asrama mahasiswa baru di Aula Hj. Zaleha sutowo. Asrama baru tersebut merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH RI dan NU Care Lazisnu di bidang Pendidikan dan Dakwah (26/10/2021) .

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Wakil Rektor II, Dr. Syamsul Bahri Tanrere, M.Ed., Adapun pihak BPKH RI yang hadir Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., selaku anggota bidang kesekretariatan Badan & Kemaslahatan BPKH RI dan Abdur Rouf, M.Hum., selaku Sekretaris PP NU Care Lazisnu.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, Saiful Arif, M.A., menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mahasiswa Semester 1 Institut PTIQ Jakarta.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Abdur Rouf, M.Hum., Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kemitraan LAZISNU dengan PTIQ harus berlanjut tidak hanya yang terkait infrastruktur melainkan terkait dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Bahwa Institut PTIQ Jakarta merupakan lembaga yang paling tepat karena terbukti para alumninya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal pengabdian dan pelayanan keummatan” Ujar sekretaris LAZISNU yang juga merupakan alumnus Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.. Dalam sambutannya beliau membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Abdur Rouf, bahwa untuk menemukan alumni Institut PTIQ Jakarta diseluruh indonesia cukuplah mudah. Misalnya jika ada masjid besar, dapat dipastikan Imamnya adalah alumni PTIQ. Artinya dana yang dikeluarkan oleh BPKH tersebut akan sangat bermanfaat dalam proses mengkader para ulama yang kehadirannya sangat dirasakan oleh umat secara langsung.

 

Penyampaian sambutan akhir oleh Rahmat Hidayat, dalam penjelasannya disampaikan terkait sumber dana yang dipergunakan dalam setiap program kemaslahatan BPKH RI, untuk hal pembangunan asrama mahasiswa PTIQ. Beliau memastikan bahwa dana tersebut tidak berasal dari uang setoran haji melainkan berasal Nilai Manfaat pengelolaan Investasi Dana Abadi Umat (DAU). Dana tersebut disalurkan secara langsung maupun melalui mitra-mitra kerja sama, salah satunya adalah NU Care LAZISNU.

Terakhir, kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata, pembacaan doa oleh Bapak KH. Ahmad Dahuri, S.Q., M.A. direktur Ma’had Al-Qur’an, dan pemotongan pita oleh Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T.


Poto Credit : Penyerahan secara Simbolis dari BPKH Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. dan LAZISNU untuk Institut PTIQ Jakarta, yang diterima langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. doc/NU Care – Lazisnu


 

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

Ahmad Basarah Dukung Program Kemaslahatan BPKH

Published

on

Ahmad Basarah

Telegraf – Menurut data satuan tim tugas penanganan Covid-19 pada senin 20 September 2021 masih ada sekitar 1.932 orang dinyatakan positif, dengan total akumulasi sekitar 4.192.225 orang terkonfirmasi.

Jumlah tersebut ada sekitar 3.996.125 pasien sembuh, sementara mereka yang meninggal dunia mencapai 140.634 orang. Kasus Covid-19 dunia saat ini mencapai 219 juta kasus, sementara mereka yang meninggal telah mencapai 4 juta lebih pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 .

Peresmian ruang isolasi Covid-19 di 7 Pondok Pesantren sebagai penerima manfaat program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH RI) yang dilaksanakan oleh NU Care Lazisnu dilakukan secara daring zoom (24/09/2021).

Adapun peresmian daring ini dihadiri oleh :

  1. Rahmat Hidayat, SE, MT (Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan)
  2. Emir Rio Krishna (Deputi bidang kemaslahatan)
  3. Agung Sri Hendarsa & Ibu Indriayu Afriana (Kadiv kemaslahatan)
  4. Wahib MH, M.Si (Ketua PP NU Care – Lazisnu)
  5. Ahmad Basarah, M.H. Wakil Ketua MPR RI
  6. Abdul Ghofar Rozin (Ketua RMI NU)
  7. M.I. Sofwan Yahya (Kepala PP Luhur Al Tsaqafah)
  8. A. Aam Umar A’lam (Pengasuh Pondok Pesantren Fauzan)
  9. Muhammad Bin Ja’far (Pimpinan Pondok Pesantren KHAS Kempek)
  10. Abdul Ghofarrozin (Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati)
  11. Imdadurrohman Al Ubudi (Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin)
  12. Ahmad Arif Yahya (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading)
  13. Abdul Hannan Ma’shum (Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean)

Sedangkan pondok pesantren yang menerima manfaat program Kesehatan, khususnya ruang isolasi Covid-19, diantaranya adalah :

  1. Pondok pesantren Luhur Staqafah Jakarta Selatan
  2. Pondok pesantren Fauzan Garut Jawa Barat
  3. Pondok Pesantren khas Kempek Cirebon Jawa Barat
  4. Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin, Cilacap Jawa Tengah
  5. Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah
  6. Pondok pesantren Miftahul Huda Gading Malang
  7. Pondok pesantren Fathul Ulum kwagean Kediri Jawa Timur.

Dalam sambutannya Ahmad Basarah mengatakan pemerintah kita telah bekerja keras, sehingga dalam beberapa minggu terakhir ini kita telah berhasil membuat Covid-19 di Indonesia turun, bahkan menurut John Hopkins University angkat pada minggu 19 September 2021 kemarin menyebutkan bahwa negara kita termasuk one of the best di dalam menangani Covid-19 .

Namun keberhasilan itu tetap harus kita waspadai karena bisa saja terjadi pada gelombang – gelombang berikutnya.

“Bahkan demi epidemologi Universitas Griffith Australia, Iki Budiman mengatakan bahwa ancaman gelombang 3 Covid-19 di akhir Desember yang akan datang diprediksi juga akan kembali di berbagai dunia, termasuk kemungkinan itu terjadi di Indonesia,” ujar Basarah.

Menurut laporan badan amil zakat nasional hingga akhir Agustus 2021, sekitar 723 kyai Indonesia meninggal dunia terinfeksi virus Covid-19, padahal per 27 Desember 2020 data resmi Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama mencatat saat itu baru hanya 230 meninggal dunia akibat Covid-19, artinya peningkatannya di tahun 2021 ini hampir 200%.

Ketua PP NU Care Lazisnu, M. Wahib M.H menyampaikan bahwa peresmian ruang isolasi Covid-19 di 7 Pesantren, sebagai penerima manfaat program kemaslahatan BPKH dan NU Care – Lazisnu adalah bukti nyata dari implementasi misi BPKH dalam upaya menanggulangi Covid-19.

BPKH bersama mitra kemaslahatan NU Care-Lazisnu melakukan kerjasama penyediaan ruang isolasi Covid-19 di 7 pondok pesantren. Program ini didukung sekaligus dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan haji.

Ayat 1 dan ayat 2 undang-undang ini dinyatakan bahwa dana haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan efisiensi penyelenggaraan haji serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan kemaslahatan umat.

Dengan kata lain pembiayaan fasilitas ruang isolasi di 7 pesantren tersebut dibiayai oleh dana haji, pendanaan itu harus halalan toyiban yang dilakukan dengan cara yang benar, sebab undang-undang sudah menyatakan dan mengaturnya demikian, yakni untuk melaksanakan program kegiatan untuk kemaslahatan umat islam.

Memberi amanat kepada BPKH agar menggunakan keuangan haji untuk banyak sektor, antara lain kegiatan program kemaslahatan umat islam. 7 program ini adalah tersedianya fasilitas yang layak untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya penanggulangan Covid-19 bagi pesantren, dan juga santri di pondok pesantren yang tujuan keduanya adalah tersosialisasinya program Haji dalam membantu menyediakan fasilitas kesehatan dan penanggulangan Covid-19 di pondok pesantren.

“RMI memawakili pondok pesantren sebagai penerima manfaat sangat bersyukur dengan hadirnya BPKH bersama-sama dengan NU Care-Lazisnu yang telah memfasilitasi adanya ruang isolasi. Hal ini sangat membantu pondok pesantren dalam meningkatkan ruang isolasi menjadi semacam poskestren kedepannya dan kemudian menjadi klinik, sehingga ketersediaan akses Kesehatan bagi santri semakin nyata dan terjangkau,” ujar Ketua RMI NU KH. Abdul Ghofar Rozin.

Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa tujuan utama dalam pengelolaan keuangan itu ada tiga, yang pertama adalah peningkatan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, peningkatan rasionalitas, dan efisiensi BPKH, dan juga untuk kemaslahatan umat islam.

BPKH dalam pelaksanaan tugas dan wewenang berlandaskan pada prinsip prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel. Prinsip transparan sejalan dengan keterbukaan informasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Menurut Rahmat Hidayat NU Care-Lazisnu merupakan mitra terbesar dalam menyerap program kemaslahatan.

Untuk itu atas nama pimpinan BPKH Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada NU Care-Lazisnu dan pondok pesantren karena bisa menjadi wasilah dalam program kemaslahatan.

BPKH juga membuka diri terhadap masayarat untuk memperoleh informasi publik mengenai pengelolaan keuangan haji melalui website www.bpkh.go.id.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

BPKH Kembali Berikan Bantuan Dua Unit Kendaraan Untuk Ummat

Published

on


TelegrafBadan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama NU Care-LAZISNU melalui Program Kemaslahatan, menyerahkan bantuan berupa 2 unit kendaraan roda empat, diantaranya satu unit mobil siaga bencana untuk LPBI NU Kota Madiun, dan satu unit kendaraan operasional untuk PP GP Ansor Bangil Pasuruan.

Penyerahan dilakukan secara langsung di halaman gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat pada Jumat, 3 September 2021.

“Alhamdulilah sore ini kami beserta jajaran PBNU menyerahkan 2 unit mobil sekaligus, yang mana satu unit mobil siaga bencana untuk LPBI NU Kota Madiun, dan satu unit kendaraan operasional untuk PP GP Ansor Bangil Pasuruan. Mudah-mudahan semua menjadi keberkahan dan juga bisa berpartisipasi untuk kemaslahatan umat,” ujar Ketua PP NU Care Lazisnu, M. Wahib MH.

Sementara Wasekjen PBNU, Ir. Suwadi D, dalam sambutannya, berharap bantuan mobil tersebut bermanfaat bagi jama’ah dan bisa digunakan sesuai harapan.

“Semoga nantinya bisa digunakan baik untuk kebutuhan bencana, dan meningkatkan masyarakat haji dan kegiatan-kegiatan lain makmur. Dengan begitu, maka mobil ini tidak hanya digunakan penanganan bencana tapi juga menggerakkan partisipasi masyarakat di kawasan Madiun dan sekitarnya,” katanya.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Ketua PCNU Kota Madiun KH. M. Zainul Abidin, yang berharap agar mobil dapat bermanfaat tidak hanya untuk NU tapi juga masyarakat secara umum.

“Semoga ini semua bermanfaat bagi kami bukan hanya untuk NU tapi masyarakat secara umum. Dan semoga ini menjadi amal baik dari semuanya yang berperan di dalam terlaksananya bantuan ini. Saya atas nama PCNU kota Madiun menyampaikan terimakasih. Mudah-mudahan semua menjadi keberkahan dan juga bisa berpartisipasi untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan Rahmat Hidayat dalam sambutannya yang sekaligus meresmikan bantuan, mengatakan bahwa tujuan utama dalam pengelolaan keuangan itu ada tiga, yang pertama adalah peningkatan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, peningkatan rasionalitas, dan efisiensi BPKH, dan juga untuk kemaslahatan umat Islam.

BPKH dalam pelaksanaan tugas dan wewenang berlandaskan pada prinsip prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel. Prinsip transparan sejalan dengan keterbukaan informasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Menurut Rahmat Hidayat NU Care LAZISNU merupakan mitra terbesar dalam menyerap program kemaslahatan. Untuk itu atas nama pimpinan BPKH Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada Nu Care – LAZISNU dan pondok pesantren karena bisa menjadi wasilah dalam program kemaslahatan.

BPKH juga membuka diri terhadap masyarakat untuk memperoleh informasi publik mengenai pengelolaan keuangan haji melalui website www.bpkh.go.id.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

The Westin Surabaya Donasikan Makanan Sehat untuk Pasien COVID-19

-The Westin Surabaya membagikan paket makanan bernutrisi kepada tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di salah satu pusat perawatan COVID19 terbesar di Surabaya, Asrama Haji Surabaya

Bagikan Artikel

Published

on

The Westin Surabaya Donasikan Makanan Sehat


Telegraf – Seluruh staf dan tim dari hotel bintang lima, The Westin Surabaya, bersama-sama menyumbangkan makanan bagi tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 di Asrama Haji Surabaya, salah satu pusat perawatan COVID-19 terbesar di kota itu. Pengiriman makanan dan minuman tersebut dilakukan pada 19 Juli, bekerja sama dengan asosiasi relawan COVID-19 pemerintah Surabaya.

Kegiatan donasi ini merupakan komitmen The Westin Surabaya dalam mendukung masyarakat dan komunitas tempat hotel tersebut beroperasi. Sejumlah 150 paket makanan dan minuman sehat yang dibagikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersumber langsung dari Botanical Garden dan Chef’s Garden yang dimiliki dan dikelola oleh The Westin Surabaya.

“Kami menyadari pentingnya memberi perhatian lebih kepada tenaga kesehatan di Surabaya, yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan sesamanya selama pandemi ini,” ujar Alamsyah Jo, Complex General Manager The Westin Surabaya & Four Points by Sheraton Surabaya Pakuwon Indah.

“Misi kami ialah untuk terus menghadirkan makanan gratis yang kaya nutrisi bagi mereka yang berada di garda terdepan pusat perawatan. Seluruh makanan ini kami kemas dengan sangat baik, sesuai dengan standar The Westin Surabaya, dan dibuat langsung oleh para koki dari kebun yang tersedia di area hotel,” tambah Jo.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) The Westin Surabaya yang sedang berlangsung selama pandemi. Ke depannya, program donasi makanan sehat dari hasil kebun ini akan rutin dilakukan setiap bulan, khususnya diperuntukkan bagi masyarakat yang paling terdampak, termasuk pengemudi ojek online dan panti asuhan.

Program donasi ini juga akan terus diselenggarakan untuk mendukung tim medis dan tim terkait lainnya yang merawat pasien yang pulih dari COVID-19 di Surabaya, termasuk masyarakat lokal lainnya yang terkena dampak COVID-19.

Saat ini, The Westin Surabaya juga menyediakan layanan khusus untuk tamu dan umum selama PPKM: Drive-Thru “Eat Well To Go” dan Drive-In Dine, dimana setiap pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu sehat dengan promo “Beli 2 Gratis 3” dan diskon hingga 50% pada jam 6 sore.

Dengan program dining terbaru ini, pengunjung juga diajak untuk berkontribusi dalam berbagi bersama The Westin Surabaya. Buka mulai pukul 10 pagi hingga 7 malam dan bertempat di area Welcome Lobby The Westin Surabaya, mereka dapat memesan berbagai pilihan makanan dari Drive-Thru dan Drive-In Dine, dimana 10% dari hasil penjualan akan didonasikan untuk membantu tenaga kesehatan, pasien COVID-19, dan masyarakat yang terdampak pandemi, melalui asosiasi sukarelawan COVID-19 di Surabaya.

Kebun Gizi dan Makanan Sehat di The Westin Surabaya

The Westin Surabaya memiliki dua kebun di area hotel dan sekitarnya. Pertama, Botanical Garden yang berlokasi di Pakuwon Golf and Family Club, dengan total area hijau seluas 375m2, dan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas berkebun untuk para tamu hotel. Kebun kedua, Chef’s Garden yang berlokasi di dalam area hotel, menghadirkan berbagai produk segar dan bernutrisi untuk seluruh tamu dan karyawan The Westin Surabaya.

Jenis-jenis tanaman yang dapat ditemukan di Botanical Garden dan Chef’s Garden ini antara lain terong, bok choy, selada, mentimun, tomat, labu kuning, kunyit, jahe, kemangi, ubi jalar, dan lain-lain.


Photo Credit : Karyawan Hotel The Westin Surabaya saat memanen hasil tanam di kebun Botanical Garden. / Ist.Hotel The Westin Surabaya


 

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close