Pertumbuhan Ekspor Naik Mendag Himbau Agar Jangan Terlena

"Kita harus tunjukkan produk kita sendiri, itu yang saya sampaikan pada waktu di Rusia. Saya bilang, kita the biggest and we are the best. Tidak mungkin kami sebagai produsen, eksportir terbesar mempertaruhkan nama baik kita dengan kualitas tidak baik. Justru dengan kita terbesar, pasti kita akan pertahankan eksistensi kita, meningkatkan kualitas kita,"

Pertumbuhan Ekspor Naik Mendag Himbau Agar Jangan Terlena


Telegraf, Jakarta – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan neraca perdagangan membaik dibanding tahun lalu, seiring dengan pertubuhan perekonomian dunia dan harga komoditas global yang tetap tinggi, begitu juga dengan ekspor juga mengalami peningkatan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan neraca perdagangan pada year on year positif, baik dari sisi surplusnya dan juga peningkatan ekspor, begitu juga meningkatnya impor yang lebih hanya pada bahan baku, adalah hal yang menggembirakan dengan ini menandakan industri pengolahan mulai bergerak.

Dengan pertumbuhan tersebut Mendag mengajak agar jangan terlena “Saya mau mengajak kita untuk jangan terlena dengan ini, karena kedepan persaingan begitu ketat, persaingan yang terjadi antar negara dan proteksionisme sudah melanda tidak lagi justru pada developing countries tapi juga pada semua negara.” Tegasnya.

Hal tersebut disampaikan usai menyaksikan pendandatanganan kerjasama antar Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau lndonesia Eximbank, tentang kerja sama dalam pengembangan ekspor dikantornya, Jl. M. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta (23/08/2017).

Mereka menganut perdagangan bebas, mengatakan secara formal, Enggar menjelaskan perdagangan lintas batas dimana perlakuan Eropa terhadap komoditi utama kita serta bagaimana India dengan memproteksi dirinya. Dengan keadaan seperti ini Enggar mengajak harus lebih santun, dan menunjukan produk kita sendiri karena kita the biggest and we are the best, dan kita terus pertahankan eksistensi kita dengan meningkatkan kualitas.

“Kita harus tunjukkan produk kita sendiri, itu yang saya sampaikan pada waktu di Rusia. Saya bilang, kita the biggest and we are the best. Tidak mungkin kami sebagai produsen, eksportir terbesar mempertaruhkan nama baik kita dengan kualitas tidak baik. Justru dengan kita terbesar, pasti kita akan pertahankan eksistensi kita, meningkatkan kualitas kita,” tuturnya.

Enggar menambahkan amanah presiden adalah membuka pasar baru jangan pernah tergantung pada pasar tradisional, itu yang pertama dan yang kedua kita jangan tergantung hanya pada satu produk, karena sudah mengalami pengalaman pahit, yaitu migas. Dimana kita tidak maksimal memanfaatkan surplus untuk melakukan pembangunan pada saat itu. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


KBI Telegraf

close