Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat 5,06 Persen di QI 2018

"Beberapa lapangan usaha mengalami peningkatan seperti yang pertumbuhannya ekspasif adalah pertanian kerhutanan dan perikanan 16,35 persen. Untuk pertanian karena terjadi panen raya sementara pada quartal VI musim tanam jadi Q to Q (Quartal to Quartal) ini tertarik keatas"

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat 5,06 Persen di QI 2018

Telegraf – Jakarta – Badan Busat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia Quartal 1 tahun 2018 tumbuh 5,06 persen meningkat dibanding pada waktu yang sama tahun lalu sebesar 5,01 persen. Pertumbuhan ini di dukung oleh kenaikan pada lapangan usaha informasi dan komunikasi yang naik sebesar 8,68 persen.

Hal itu di umumkan oleh Kepala BPS Suhariyanto di kantornya Jl. Doktor Sutomo , Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dalam konfrensi pers  pertumbuhan perekonomian quartal pertama 2018.

Suhariyanto menjelaskan selain pertumbuhan informasi dan komunikasi juga diikuti pertumbuhan tranportasi dan pergudangan sebesar 8,59 persen disusul jasa dan lainnya yang mencapai 8,42 serta jasa perusahaan sebesar 8,04 persen.

“Beberapa lapangan usaha mengalami peningkatan seperti yang pertumbuhannya ekspasif adalah pertanian kerhutanan dan perikanan 16,35 persen. Untuk pertanian karena terjadi panen raya sementara pada quartal VI musim tanam jadi Q to Q (Quartal to Quartal) ini tertarik keatas,” ungkap Suhariyanto Senin (7/4/18).

Suhariyanto menambahkan selain itu juga yang mengalami kenaikan adalah lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 2,43 persen serta jasa lainnya tercatat 1,22 persen.

Tetapi tidak semua naik, Suhariyanto menambahkan pada kelompok lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar seperti kontruksi, penggalian pertambangan, transportasi dan pergudangan, adrministrasi pemerintah, pertanahan serta jaminan sosial mengalami penurunan sebesar 0,42 persen.

“Sumber pertumbuhan produk domestik bruto menurut lapangan usaha pada quartal I 2018 adalah untuk industri pengolahan naik sebesar 0,97 persen di bandingka waktu yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 0,93 persen dan juga naik di banding quartal ke VI tahun lalu yang tercatat 0,95 persen,” kata Suhariyanto (Red)


Photo Credit : Kepala BPS Suhariyanto usai konfrensi pers di kantornya Jakarta. | Atti Kurnia/Telegraf

Share