Pastikan Pasokan BBM di Kabupaten Cilacap Aman BPH Migas dan Anggota Komisi VII Lakukan Kunjungan

Pastikan Pasokan BBM di Kabupaten Cilacap Aman BPH Migas dan Anggota Komisi VII Lakukan Kunjungan

"Untuk itu kami hadir dalam rangka rapat koordinasi dan kunjungan lapangan ke penyalur BBM nelayan di Cilacap Jawa Tengah untuk memastikan bahwa BBM tidak kekurangan"

Pastikan Pasokan BBM di Kabupaten Cilacap Aman BPH Migas dan Anggota Komisi VII Lakukan Kunjungan


Telegraf, Cilacap – Dalam rangkan wujudkan Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang penguna jenis BBM tertentu yaitu minyak solar adalan para usaha perikanan antara lain nelayan dan pembudidaya ikan dalam sekala kecil. Serta mewujudkan Keputusan menteri ESDM no 36 tahun 2016 tentang percepatan pemberlakuan satu harga jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan.

Pemerintah melalui Badan Pengatur hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang diwakili oleh Komite BPH Migas, Ahmad Rizal dan Saryono Hadiwidjoyo memastikan pasokan di seluruh pelosok Indonesia aman dan sampai ke masyarakat, bersama Anggota Komisi VII Dito Ganinduto , Warih Wibowo Sales eksekutif MOR IV PT. Pertamina (Persero), lakukan koordinasi dan kunjungan ke beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Komite BPH Migas Saryono Hadiwidjoyo mengatakan salah satu tugas BPH migas adalah melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pengawasan penyediaandan pendistribusian BBM dan pegangkutan gas bumi di seluruh wilayah Republik Indonesia.

“Untuk itu kami hadir dalam rangka rapat koordinasi dan kunjungan lapangan ke penyalur BBM nelayan di Cilacap Jawa Tengah untuk memastikan bahwa BBM tidak kekurangan,” ungkapnya.

Saryono juga menjelaskan di hadapan para nelayan yang tergabung didalam DPC HNSI Cilacap apabila mendapati kendala atau permasalahan dalam pendistribusian BBM dapat melaporkan kepada BPH Migas, selanjutnya BPH Migas akan menganalisa dan menindaklanjuti laporan tersebut.

Dito Ganinduto, Anggota Komisi VII DPR RI menjelaskan penyedian dan pedistribusian BBM satu harga untuk sektor perikanan ini adalah bukti begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan Indonesia.

” Tadi mendengar sendiri dari para nelayan bahwa BBM di kabupaten Cilacap tidak pernah tidak cukup.Ini peting sekali nelayan itu orang kecil dan BBM itu adalah biaya cost nya cukup tinggi tanpa BBM nelayan tidak bisa melaut berarti pendapatannya akan hilang,” tuturnya.

Konsumsi BBM di Cilacap sendiri  untuk Gesolin per hari  400 kilo liter untuk  sementara untuk Gesoil  sebanyak 150 kiloliter, ungkap  Warih Wibowo Sales eksekutif MOR IV PT. Pertamina (Persero).

Warih juga menjelaskan untuk  konsumsi  di SPBUN sendiri  tergantung dengan keadaan musim, seperti musim sepi  yaitu biasa pada bulan Januari hingga April, ini disebabkan karena musim hujan dan angina sementara untuk musim ramai berkisar bulan Juni hingga Desember konsumsi meningkat.

“Mengalami kosumen nelayan melayani 4 SPBUN dan 2 spbun solar dan 2 premium kebutuhannya sendiri sangat tergantuk dengan musim, untuk kebutuhannya setiap bulannya 300 kl setiap SPBUN baik solar dan premium,” ungkapnya.

Sementara itu ditemui di tempat yang berbeda Ngatimin (45th) nelayan usai melaut dan membeli solar untuk keperluan melaut besok mengatakan “wah disini gak pernah langka mbak dan gampang belinya” kata Ngatimin.

Hal serupa diungkapkan Saimin (31th) “selama Presidenya pak Jokowi, solar gampang gak pernah gk ada,” tutup dia sambil menyalakan perahu motornya. (Red)


Photo Credit : BPH Migas yang diwakili oleh Komite BPH Migas, Ahmad Rizal dan Saryono Hadiwidjoyo bersama Anggota Komisi VII Dito Ganinduto , Warih Wibowo Sales eksekutif MOR IV PT. Pertamina (Persero), lakukan koordinasi dan kunjungan ke Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. | Telegraf/Atti Kurnia

Atti K.

close