Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Panglima TNI Meminta Maaf: Tindakan Luar Biasa Yang Patut Diapresiasi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Panglima TNI Meminta Maaf: Tindakan Luar Biasa Yang Patut Diapresiasi

Idris Daulat Selasa, 19 September 2023 | 21:56 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Agung Pambudi/Detik
Bagikan

Telegraf – Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, menciptakan momen luar biasa dalam suasana ketidakpercayaan publik terhadap pejabat negara saat ini. Ia meminta maaf atas pernyataannya yang menggunakan istilah “memiting” terkait pelaku unjuk rasa di Rempang.

Permintaan maaf ini disampaikan di hadapan awak media pada Doorstop Asex atau Asean Soliderity Exercise 01 Natuna tahun 2023 di Dermaga Batu Ampar Batam pada pagi hari ini.

Alasan di balik permintaan maaf tersebut tidak perlu diperdebatkan, namun, penting untuk diapresiasi karena jarang terjadi permintaan maaf seorang Panglima TNI, yang merupakan pemimpin tertinggi di jajaran TNI.

Hal ini mencerminkan kejujuran yang sangat luar biasa dari seorang pejabat tinggi negara. Kejadian seperti ini adalah hal yang sudah lama tidak terdengar dalam ranah kepemimpinan Indonesia, dan patut diapresiasi sebagai contoh baik bagi pejabat tinggi lain di negeri ini.

Permohonan maaf Panglima TNI hari ini menandai dua sejarah baru di Batam. Pertama, ini adalah kali pertama negara-negara Asean melakukan latihan bersama, dan kedua, pertama kalinya seorang pemimpin tertinggi di organisasi besar di era milenium meminta maaf atas kesalahannya.

Sikap tulus dan alami seperti ini mungkin terwujud karena terbangun dari individu-individu yang memiliki kedekatan dengan kearifan lokal.

Laksamana TNI Yudo Margono dikenal sebagai seorang budayawan, yang mempraktikkan seni tradisional seperti wayang kulit, wayang orang, dan gamelan.

Wayang adalah seni yang menonjolkan nilai-nilai kesatria dari para pelakunya, dan karakter seperti ini tercermin dalam kepemimpinan Laksamana Yudo Margono.

Baca Juga :  Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Tumbuh dari pengalaman hidup di kapal, di samping bahasa yang lugas dan spontan, karakter seperti ini memang tumbuh dari tatanan kehidupan yang mengakar pada budaya lokal.

Sebagai anggota TNI AL yang sering berada di kapal perang, khususnya mereka yang memulai kariernya di Surabaya, penggunaan bahasa yang lugas, spontan, dan cenderung menggunakan bahasa Suroboyoan adalah hal yang umum.

Bahasa ini kerap digunakan dalam rapat-rapat, bahkan di antara mereka yang bukan berasal dari Surabaya atau Jawa Timur.

Oleh karena itu, ketika Panglima TNI Yudo Margono menyatakan dirinya sebagai “wong deso” (orang desa) untuk menjelaskan bahwa “memiting” berarti rangkulan dan tidak menggunakan alat apa pun, serta meminta maaf dua kali, ini menunjukkan bahwa TNI tetap bersama rakyat.

TNI terlahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan untuk rakyat.

Harapannya, permintaan maaf Panglima TNI ini dapat diikuti oleh pejabat negara lainnya. Sebagai manusia biasa, kesalahan adalah hal yang tak terhindarkan. Oleh karena itu, budaya minta maaf dari para pejabat negara harus menjadi hal yang umum.

Semoga apa yang dimulai oleh Panglima TNI Yudo Margono menjadi pemicu kesadaran tumbuhnya budaya minta maaf kepada rakyat jika terjadi kesalahan selama menjabat.

Selamat kepada TNI, semoga tetap setia pada jati dirinya dan tidak menjadi alat politik, apalagi alat kekuasaan. Politik TNI adalah politik negara, di mana TNI mendarmabaktikan dirinya untuk negara, bukan untuk pemerintah atau kepentingan lainnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?