Menyusul BBM Satu Harga di Pulau Enggano

Menyusul BBM Satu Harga di Pulau Enggano

"Meski demikian untuk mewujudkan kebijakan satu harga BBM dibutuhkan pengorbanan yang cukup besar untuk menyalurkan BBM hingga ke tangan rakyat. Terutama di daerah terdepan, terluar dan tertinggal yang harga BBMnya masih mahal dengan kondisi sarana dan prasarana yang terbatas”

Menyusul BBM Satu Harga di Pulau Enggano


Telegraf, Bengkulu – Setelah awal bulan resmikan dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Natuna dalam program satu harga, kembali Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) meresmikan lembaga penyalur program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Pulau Enggano, Bengkulu.

Dengan begitu warga Pulau Enggano kini bisa menikmati bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Jika sebelumnya harga BBM di salahsatu pulau terluar ini mencapai Rp10.000 hingga Rp 15.000 per liter, maka saat ini harga BBM jenis Premium menjadi Rp6.450 per liter dan harga BBM jenis Solar Rp5.150 per liter.

Peresmian ini dalam rangka program satu harga yang mana sejalan dengan program Nawacita terkait dengan ketahanan Energi Nasional, yang mana program satu harga ini dikususkan untuk wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Peresmian yang di lakukan oleh oleh Staf Ahli Kementerian ESDM Mirza Kumala yang menggantikan Menteri ESDM Ignatius Jonan , Putu Suardana yang mewakili Kepala BPH Migas Fansrullah Asa. Serta Dirut Pertamina Elia Massa Manik  diwakili oleh Svp Pemasaran Pertamina Gigih Irianto.

Putu Suardana menjelaskan, kebijakan BBM Satu Harga merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan guna mewujudkan sila kelima Pancasila sekaligus menjalan amanat Undang-Undang Migas serta mendorong perekonomian daerah ke arah yang lebih baik, Jumat (8/12/17).

“Meski demikian untuk mewujudkan kebijakan satu harga BBM dibutuhkan pengorbanan yang cukup besar untuk menyalurkan BBM hingga ke tangan rakyat. Terutama di daerah terdepan, terluar dan tertinggal yang harga BBMnya masih mahal dengan kondisi sarana dan prasarana yang terbatas,”
katanya.

Dijadwalkan peresmian ini di lakukan oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan, Kepala BPH Migas Fansrullah Asa dan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik. Berhubung cuaca buruk, dan pesawat mengalami masalah di tengah perjalanan menuju Pulau Enggano, akhirnya diputuskan peresmian diwakilkan.(Red)

Credit Photo: Istimewa


Atti K.

close