Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Menkeu: Era Ekonomi Digital, Birokrasi Harus Bergerak Cepat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Menkeu: Era Ekonomi Digital, Birokrasi Harus Bergerak Cepat

Telegrafi Kamis, 1 Maret 2018 | 07:46 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
AFP Zach Gibson
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati memberi penjelasan mengenai kesiapan pemerintah Indonesia mendukung ekonomi digital, dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi IMF dan Bank Indonesia, di Jakarta (27/02/2018).

Menteri Keuangan mengatakan, ekonomi digital bukan hanya  isu yang dibicarakan oleh Pemerintah Indonesia. Namun, pemerintah benar-benar merespons dan menjawab kebutuhan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan ekonomi masa depan. Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat hadi sebagai salah satu pembicara diksusi panel dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi IMF dan BI dengan tajuk “Towards a New Growth Model in a Changing Global Landscape”, di Jakarta.

Untuk itu, menurutnya, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai upaya untuk mendukung ekonomi digital. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur. Hal ini penting sebagai kunci yang membuka akses bagi seluruh masyarakat.

“Bagaimana daerah yang remote bisa merasakan keuntungan internet jika tidak ada jaringan internet yang terhubung ke daerahnya?” ujarnya.

Dan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur,  Sri Mulyani berpendapat, pemerintah akan terus membuka ruang yang luas bagi sektor swasta untuk ikut masuk. Model Public-private-partnership (PPP) yang telah berhasil dijalankan dua tahun terakhir, akan terus dilanjutkan di tahun 2018 ini. Sektor swasta yang dimaksud tak hanya para pemain skala korporasi besar, usaha rintisan pun dilibatkan untuk memberi masukan bagi pembangunan ekonomi digital.

Belakangan ini Jokowi kerap mengundang para anak muda pendiri usaha rintisan seperti Nadiem Makariem, pendiri Gojek, Iman Usman, dan Adamas Belva Devara pendiri Ruang Guru untuk melakukan presentasi mengenai ekonomi digital di hadapan kabinet kerja di Istana Negara.

Sri Mulyani juga menegaskan kepada forum tersebut bahwa pemerintah Indonesia kini tidak hanya fokus mengejar pembangunan infrastruktur dan membuat berbagai paket kebijakan, tetapi juga berusaha melakukan reformasi birokrasi.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

“Kadangkala Pak Jokowi semangat sekali kejar target, para menteri juga kerja keras, tetapi birokrasi responnya lamban, ini tentu akan menghambat,” ujarnya.

Untuk mendorong para birokrat bergerak cepat, maka Presiden telah mendatangkan mentor teknologi informasi untuk melatih para pejabat eselon I, II dan III agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan terkini.

Tak hanya melek teknologi, para birokrat juga kini dituntut untuk cepat tanggap dan lebih tangkas (agile). Ada tiga hal yang menjadi fokus reformasi birokrasi ini yakni, tanggap dengan masalah dan mengidentifikasinya. Kedua, bergerak cepat menindaklanjuti dan ketiga, bekerja dengan waktu yang lebih efisien. “ Jadi kini yang jadi konsen kami adalah memberi ruang yang semakin banyak untuk keterlibatan sektor swasta dan mendorong reformasi birokrat, reforming our self,” katanya. (Red)


Photo Credit : Menteri Keuangan mentakan ekonomi digital bukan hanya  isu yang dibicarakan oleh Pemerintah Indonesia. Namun, pemerintah benar-benar merespons dan menjawab kebutuhan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan ekonomi masa depan. | AFP Zach Gibson

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?